Gegara Masalah Rumah Tangga, Pemuda Marisa Ini Nekat Gantung Diri

Abstrak.id – Diduga sering cekcok di dalam rumah tangga, Pemuda asal Marisa Selatan, Kabupaten Pohuwato nekat gantung diri di dalam kamarnya.

Informasi yang berhasil diperoleh Abstrak.id, korban tersebut bernama WS alias Wahyu Suleman (22). Adapun korban sebelum melakukan aksi bunuh diri itu, dirinya sempat cekcok dengan istrinya di dalam kamar.

“Dia ini sebelum meninggal saya sempat dengar sering bermasalah dengan istrinya. Selain itu, saat istrinya mau izin keluar bersama temannya, korban tidak mengizinkan istrinya keluar kalau tidak bersama-sama  dengan dirinya,” ungkap Serli salah satu iparnya.

Serli menjelaskan, jika istri korban tidak mau mengajak suaminya keluar maka tidak di izinkan untuk keluar.

“Suaminya ini takut istrinya akan kaluar bersama laki-laki lain. Kecurigaan ini yang membuat korban tak mengizinkan istrinya keluar bersama orang lain,” jelasnya.

Meskipun demikian, selaku saudara kandung dari istri korban kata Serli, dirinya sering menasehati saudaranya agar bisa menjaga suaminya, karena di takutkan akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan (Gantung diri).

“Sebelumnya saya sudah sampaikan ke istrinya untuk dapat menjaga suaminya dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Karena bukan hanya sekali ini dia ancam gantung diri, tapi sudah beberapa kali,” katanya.

“Sebelum korban bunuh diri, kejadian seperti ini sudah pernah dilakukan dan 2 kali gagal, dan yang 3 kali ini korban betul-betul melakukannya,” beber Serli.

Saat melihat korban dalam posisi tergantung, kata Serli, istri korban langsung minta bantuan orang-orang yang da di sekitar rumahnya untuk membantu menurunkan suaminya.

“Kejadian ini terjadi setelah sholat ashar, 15:00 dimana istrinya abis dari luar dan suka mo masuk di kamar, tiba-tiba melihat korban sudah dalam posisi tergantung,”terangnya.

Selanjutnya korban di larikan ke rumah sakit pada pukul 17:00 untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut, namun takdir berkehendak lain korban sudah tidak dapat di selamatkan.

Sementara itu, dari keterangan salah satu keluarga korban menyampaikan sudah iklas atas kepergian korban.

“Dan kami sekeluarga sudah tak lagi melakukan autopsi. Insyaallah korban akan di ke bumikan pada esok hari,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).