Kapolda Angesta Diminta Proses Laporan Dugaan Penggelapan Koperasi GSM di Popayato

Abstrak.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo, Irjen Pol.Drs. Angesta Romano Yoyol.,M.M diminta untuk segera memproses kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Koperasi Gerbang Sawit Mandiri (GSM) yang berada di Kecamatan Popayato Barat.

Permintaan itu disampaikan langsung salah satu Pemuda Popayato Barat, Syahril Razak, S.Ag kepada Abstrak.id, Sabtu (8/4/2023).

Syahrir menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Gorontalo yang baru, Irjen Pol.Drs. Angesta Romano Yoyol.,M.M di Provinsi Gorontalo.

“Saya meminta Kapolda Gorontalo yang baru untuk menindaklanjuti aksi mereka yang digelar pada 6 Maret 2023 di Polda Gorontalo kemarin,” ungkap Syahril   Razak.

Adapun kasus dugaan penggelapan yang dilakukan pimpinan Koperasi GSM itu kata Syahrir, tidak mencairkan anggaran milik masyarakat penerima manfaat yang ada di Kecamatan Popayato Barat.

“Masyarakat penerima manfaat yang tidak dicairkan oleh pimpinan Koperasi GSM tersebut ada sekitar seribu orang lebih yang terdapat di tujuh desa,” katanya.

Menurut Syahrir, anggaran yang di peruntukan untuk masyarakat Popayato Barat itu tidak dicairkan sejak 2019-2022. Adapun total anggaran yang diduga digelapkan oleh pimpinan Koperasi GSM tersebut sebanyak Rp1.miliar lebih.

“Anggaran miliaran milik masyarakat yang tidak dicairkan itu diduga di  bangunkan Gedung sarang burung walet pribadi. Semua bukti sudah kami serahkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH), serta masalah itu pun laporannya sudah masuk di Polda Gorontalo,” tuturnya.

Oleh karena itu, Aktivis Popayato ini menantang Kapolda Gorontalo yang baru untuk mendalami dan menyeriusi perkara yang sudah mereka laporkan tersebut.

“Sehingga kasus dugaan penggelapan ini mendapatkan titik terangnya, dan pimpinan Koperasi GSM yang terlapor tersebut mendapatkan efek jera sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

“Sejauh ini, kami masih menaruh harapan dan percaya bahwa Polda Gorontalo mampu untuk menyelesaikan kasus dugaan penggelapan tersebut,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).