Abstrak.id – Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan menyambangi Kecamatan Taluditi dan Kecamatan Randangan, Kamis (26/02/2026).
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama masyarakat di halaman Masjid Besar Baiturrahim, Taluditi, yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Buka puasa bersama tersebut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, para asisten dan pimpinan OPD, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Risnawati Adam Ali, Ketua MUI Ustaz Fahri Djafar, Camat Taluditi Irfan Lalu, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sebelum berbuka, kegiatan diawali dengan penyerahan paket Ramadan kepada kaum duafa.
Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pohuwato itu diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Iwan S. Adam didampingi unsur forkopimda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato yang sedianya hadir bersama masyarakat.
Namun pada saat bersamaan, Bupati menerima undangan mendadak dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan Safari Ramadan di Taluditi.
“Pak Bupati memohon maaf, seyogianya bersama-sama hari ini, namun beliau mendapat undangan mendadak dari BPK RI Perwakilan Provinsi, sehingga meminta kami untuk hadir mewakili,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Usai berbuka puasa di Taluditi, rombongan dijadwalkan melanjutkan agenda salat tarawih di Kecamatan Randangan.
“Melalui Safari Ramadan ini kita pererat hubungan silaturahmi. Kami turun bersama-sama untuk berbuka puasa di Taluditi, dan nanti akan melanjutkan salat tarawih di Randangan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyoroti keberagaman masyarakat Taluditi yang dikenal sebagai kawasan transmigrasi. Tiga desa dihuni mayoritas suku Jawa dan empat desa oleh masyarakat Gorontalo. Meski beragam, kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis.
“Tidak ada perbedaan di antara kita. Insyaallah dengan pertemuan ini, hubungan pemerintah daerah dan masyarakat semakin terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Selain agenda keagamaan, pemerintah daerah turut menyampaikan program pembangunan sektor pertanian. Taluditi telah dicanangkan sebagai kampung kakao.
Di samping itu, pemerintah daerah bersama gubernur menargetkan pencetakan sawah baru seluas 1.000 hingga 3.000 hektare.
Program tersebut mencakup pembiayaan hingga dua kali masa tanam, termasuk penyediaan bibit dan pendampingan selama proses tanam.
Masyarakat yang memiliki lahan diminta segera melaporkan kepada pemerintah daerah agar dapat diproses dalam program pencetakan sawah baru.
“Tadi Pak Gubernur menyampaikan kepada kami bahwa anggarannya sudah siap. Pekerjaannya akan dilaksanakan oleh TNI, tinggal lahan yang disiapkan oleh petani,” jelasnya.
Safari Ramadan ini pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Pohuwato yang lebih maju dan sejahtera.






