Menu Tutup

17 Tahun KPMIPM Berjuang Demi Fasilitas Asrama Permanen di Gorontalo

Abstrak.id – Sejak didirikan pada 18 Oktober 2008, Organisasi Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KPMIPM) telah menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan mahasiswi dari Kabupaten Parigi Moutong yang menuntut ilmu di Provinsi Gorontalo.

Diprakarsai oleh para pemuda visioner seperti Arbain Inga, Mohammad Fadli, Chandra Setiawan, Husain Jailani dan kawan-kawan lainnya, KPMIPM telah berkiprah selama 17 tahun. Namun, meski perjalanan panjang ini diwarnai berbagai prestasi, satu hal yang masih menjadi tanda tanya besar adalah ketiadaan asrama permanen bagi para anggotanya.

Asrama mahasiswa bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah rumah kedua yang menawarkan kenyamanan, keamanan, dan rasa kebersamaan bagi mahasiswa yang jauh dari keluarga.

Tanpa asrama permanen, mahasiswa KPMIPM harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari masalah biaya sewa yang tinggi hingga kesulitan dalam mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk belajar.

Situasi ini mencerminkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus diperhatikan oleh para calon pemimpin di daerah.

Dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Parigi Moutong, harapan akan adanya perubahan semakin membara di kalangan mahasiswa. Mereka ingin memastikan bahwa suara mereka didengar dan kebutuhan mereka diakomodasi.

Harapan ini semakin kuat ketika mempertimbangkan banyaknya alumni KPMIPM yang telah berkontribusi di berbagai sektor, seperti anggota DPRD, Kepala Desa, pengacara, akademisi, Swasta dan tenaga pengajar.

Keberhasilan mereka seharusnya menjadi cermin bagi para pemimpin untuk lebih memperhatikan kesejahteraan generasi muda yang tengah berjuang menuntut ilmu.

Sebagai organisasi yang telah melahirkan ribuan mahasiswa dan mahasiswi, KPMIPM telah menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa asal Kabupaten Parigi Moutong yang belajar di Gorontalo masih cukup besar.

Ketiadaan asrama permanen tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga menghambat potensi mereka untuk berkembang secara optimal.

Para calon pemimpin di Pilkada Parigi Moutong diharapkan mampu menyerap aspirasi ini. Mereka harus menyadari bahwa investasi dalam pendidikan dan fasilitas mahasiswa adalah investasi untuk masa depan daerah.

Dengan menyediakan asrama permanen, mereka tidak hanya membantu mahasiswa mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan dukungan terhadap pendidikan yang berkualitas.

Sekretariat KPMIPM, di Kelurahan Moodu, Gorontalo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. (Foto/istimewa).

KPMIPM telah berusaha untuk menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah dan berupaya menyampaikan aspirasi mereka. Namun, hingga saat ini, harapan tersebut masih belum terwujud.

Dalam momen politik ini, mahasiswa berharap ada calon pemimpin yang tidak hanya pandai berjanji, tetapi juga mampu merealisasikan komitmen tersebut dalam bentuk kebijakan yang konkret.

Ketika kita berbicara tentang kepemimpinan, sangat penting untuk mengingat bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memahami dan merespons kebutuhan rakyatnya.

Dalam konteks ini, mahasiswa KPMIPM menuntut perhatian dan tindakan nyata dari para calon pemimpin. Asrama permanen bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi simbol perhatian dan komitmen terhadap pendidikan dan kesejahteraan generasi muda.

Dalam pandangan masyarakat luas, keberhasilan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang diterima oleh generasi mudanya. Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan di era globalisasi, pendidikan yang baik akan menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita semua, baik masyarakat, pemerintah, maupun calon pemimpin, untuk bersatu padu dalam mendukung pendidikan. Dengan memberikan fasilitas yang memadai, seperti asrama permanen bagi mahasiswa, kita tidak hanya berinvestasi pada individu, tetapi juga pada masa depan daerah kita.

Mari kita berharap, pada Pilkada 2024 ini, suara mahasiswa KPMIPM dan seluruh elemen masyarakat Parigi Moutong akan menjadi bagian integral dari visi pembangunan yang berkelanjutan.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, dan bahwa generasi muda mendapatkan tempat yang layak untuk belajar dan berkembang.

Dengan adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah, impian mahasiswa KPMIPM untuk memiliki asrama permanen dapat terwujud. Sebuah langkah kecil, namun berarti besar bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong. Sudah saatnya kita menjadikan harapan ini bukan hanya sekadar angan, tetapi kenyataan yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Penulis :Ramlan Tangahu