Abstrak.id – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Kordiv SDM, Organisasi dan Pendidikan Pelatihan, Amin Abdullah, S.Sos mengungkapkan bahwa Pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo akan segera menindaklanjuti terkait polemik yang saat ini beredar di Bawaslu Kabupaten Pohuwato.
“Terkait dengan dua anggota Bawaslu Pohuwato yang beredar diberita dan media sosial terlibat dalam struktur kepengurusan Parpol itu akan ada upaya tindak lanjut dari Pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo,” ungkap Amin Abdullah, saat dikonfirmasi Abstrak.id, Sabtu (25/5/2024).
Sebelumnya, Ridho Latjolai, salah satu peserta seleksi anggota Panwascam secara terang-terangan menilai Bawaslu Pohuwato tidak transparan dalam menetapkan hasil pengumuman tes CAT.
Hal ini diutarakan Ridho Latjolai, dalam perbincangannya dengan media di salah satu Kedai Kopi di Marisa, Jum’at (24/05/2024).
“Dan ini harus dibongkar, sebagaimana pengumuman PPK, PPS oleh KPU. Seharusnya itu ditempelkan di dinding kantor. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan dan itu harus dibuka. Nah, pertanyaannya ada apa Bawaslu Pohuwato hari ini”, kata Ridho.
Ridho lantas merujuk informasi dari Bawaslu Provinsi Gorontalo, yang akan direkrut menjadi Panwascam dimasing-masing kecamatan berdasarkan nilai tertinggi secara berurutan.
“Nah informasinya, saya punya nilai paling tertinggi se-Provinsi Gorontalo. Kalau memang mereka bersembunyi dibalik wawancara, saya tidak diwawancarai. Saat diwawancara saja, saya hanya ditanya apa pesan dan kesan. Lalu dimana ukuran itu menilai wawancara, berarti Bawaslu tidak profesional karena tidak ada pertanyaan yang substansial terkait rekrutmen ini”, tanya dia.
Hal senada diutarakan oleh Dedri Dalanggo yang juga sebagai peserta dalam kompetisi panwascam. Hematnya, ia digugurkan lantaran diduga menjadi partisipan salah satu caleg pada pemilu legislatif 2024. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap seleksi Bawaslu yang diketuai Yolanda Harun.
Ia juga mengatakan kecewa dengan Bawaslu karena tidak terbuka dan transparan terkait hasil penilaian yang menjadi syarat kelulusan. Bahkan, ia menyatakan akan siap mencari SK kepengurusan partai 2 Anggota Bawaslu saat ini.
“Tidak akan berakhir disini ini, sehingga hari ini saya tantang juga 2 anggota Bawaslu yang saat ini, karena saya dituduh dan tidak diloloskan gara-gara jadi partisipan, mereka tidak pikir bahwa Munawar sama Yolanda sebelumnya juga jadi pengurus partai, nanti liat”, tegas Dedri.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun, saat dihubungi melalui sambungan telepon belum bisa tersambung. Panggilan WhatsApp juga sama.