Menu Tutup

BEM UG Kritik Keras Kedatangan WNA Asal Cina di Gorontalo

Abstrak.id – Kedatangan warga negara asing (WNA) asal China di Provinsi Gorontalo saat pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tuai sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya datang datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gorontalo (BEM UG).

Mereka mengkritik keras kedatangan enam orang warga WNA asal Cina itu. Keenam WNA tersebut diduga adalah para pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Presiden BEM UG, Abdul Sarif, menyayangkan jikalau masyarakat dibubarkan ketika mencari nafkah karena alasan PPKM. Di sisi lain, WNA Asal Cina tersebut dibiarkan masuk ke Gorontalo dengan alasan kerja.

“Sangat disayangkan, masyarakat lokal, serta Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedang mencari kebutuhan hidupnya demi menghidupi keluarga mereka malah dibubarkan oleh aparat penegak hukum dengan dalih PPKM. Namun ,WNA asal Cina yg kita ketahui bersama asal Virus Covid-19 ini dari Cina tetapi malah WNA asal Cina di biarkan masuk ke Gorontalo,” ucap Sarif.

Sarif melanjutkan ada beberapa petugas Bandara Djalaludin Gorontalo yang terpapar Covid-19. Oleh karena itu, kata dia, seharusnya PPKM MIKRO ini juga wajib diseriusi oleh pihak bandara.

“Seharusnya kasus terkait adanya beberapa petugas bandara Djalaludin Gorontalo yang terpapar Covid-19 itu membuat petugas bandara Djalaludin Gorontalo lebih meseriusi PPKM Mikro demi efektifnya kerja pemerintah dalam penerapan PPKM Mikro,” lanjutnya.

Terakhir, Sarif meminta agar pemerintah harus konsisten dalam penerapan PPKM skala mikro terutama di Provinsi Gorontalo.

“Pemerintah harus konsisten dalam penerapan PPKM skala mikro jangan hanya karena masalah pekerjaan kemudian lebih mengutamakan WNA dan mengesampingkan masyarakat lokal,” tegasnya.

(Y/Abstrak)