Abstrak.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (BEM UNG) Periode 2021 akan melayangkan surat Penolakan terhadap Rembuk BEM/DEMA se-Sulawesi yang dilangsungkan bersamaan dengan pelaksanaan Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara. Tak hanya itu, BEM UNG juga menyatakan menarik diri dalam kegiatan itu.
Hal ini bukan tidak berdasar. Sebab, ada beberapa keganjalan dan ketersinggungan yang dirasakan oleh BEM UNG 2021. Salah satunya tidak dilibatkan dalam segala kegiatan tersebut. Bahkan, tidak diundang.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Kampus, Firman, yang menyatakan kebenaran dari tindakan BEM UNG ini.
“Kami BEM UNG 2021 merasa tidak dihargai dalam pelaksanaan Rembuk BEM/DEMA se-Sulawesi yang dilangsungkan bersamaan dengan Momentum Pelaksanaan Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara. Karena sampai detik ini pun kami belum menerima undangan secara resmi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingganya menurut kami ini suatu bentuk penghinaan secara tidak langsung atas keberadaan kami sebagai organisasi Mahasiswa tertinggi di Universitas Negeri Gorontalo yang SAH dan di akui. Terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus Kerakyatan itu sendiri yaitu Universitas Negeri Gorontalo,” beber Firman, Sabtu (12/6/2021).
BEM UNG, kata Firman, telah bersepakat untuk memberikan surat penolakan atas Kegiatan Rembuk BEM/DEMA Se-Sulawesi yang bersamaan dengan Momentum Pelaksanaan Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara itu.
“Dan kami pun dengan tegas menarik diri dalam organisasi tersebut. Sebab ini sudah bicara soal harga diri BEM UNG 2021,” tegas Firman.
Sementara itu, di tempat terpisah, Presiden BEM UNG Rekzy Pramana Putra W.A Mantali saat dikonfirmasi juga membenarkan hal tersebut.
“Iya, benar. Sampai saat ini kami belum mengantongi undangan tertulis dan resmi dalam Kegiatan Rembuk BEM/DEMA Se-Sulawesi sekaligus Pelaksanaan Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara tersebut. Padahal, kegiatan seperti ini tentu sangat penting adanya keterlibatan organisasi mahasiswa sebagai wadah berkumpulnya agen intelektual,” kata Rekzy.
Seperti diketahui Pelaksanaan Regional Meeting Teluk Tomini dan Maluku Utara akan dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar beserta beberapa bupati/wali kota dari berbagai daerah.
(Reski/Abstrak)