Abstrak.id – Di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Marju Sairullah (38) menjalani hidup sebagai tukang ojek perahu sekaligus nelayan.
Musim angin, yang datang setiap tahun, mengubah rutinitas Marju. Saat itulah ia memilih mengojek ketimbang melaut, karena biaya melaut yang semakin tinggi dan hasil yang tak selalu memadai.
Meski penghasilan dari mengojek perahu tidak sebesar saat melaut, Marju menemukan kepuasan tersendiri dalam pekerjaannya. Pekerjaan ini memberikan pendapatan stabil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Alhamdulillah, penghasilan dari mengojek ini mencukupi kebutuhan keluarga saya. Saya menikmati profesi ini,” kata Marju dalam wawancaranya dengan Abstrak.id pada Jumat (26/7/2024).
Marju bercerita bahwa pada hari-hari ramai, seperti akhir pekan atau saat perayaan ketupat, ia bisa meraup hingga Rp700.000 per hari. Namun, di hari-hari sepi, penghasilannya hanya sekitar Rp100.000, meskipun usaha yang dikeluarkannya tetap konsisten.
Selama 10 tahun menjalani profesi ini, Marju merasa bersyukur karena hasil dari ojek perahu sudah cukup untuk mendukung keluarganya.
Ia berharap ada perhatian dan dukungan lebih dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan tukang ojek seperti dirinya.
“Saya berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah untuk kami, khususnya bagi para tukang ojek seperti saya,” pungkas Marju. (Ramlan/Abstrak).