Abstrak.id – Dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pohuwato menerima santunan kematian dan kecelakaan kerja yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, di ruang kerjanya pada Kamis (04/09/2025).
Penyerahan santunan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Pohuwato Iskandar Datau, Kepala Dinas Sosial Ramon Abdjul, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pohuwato Sri Muliana, Tenaga Ahli Bupati Yusuf Giasi, Sekretaris Dinas P3AP2KB Elvin Inaku, serta perwakilan Dinas Nakertrans, Salma Husa dan Mina Bouty.
Bupati Saipul menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai selalu sigap dalam menyalurkan santunan kepada peserta yang mengalami risiko kerja maupun meninggal dunia.
“Luar biasa, BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah menyambut baik dan berharap ke depan manfaat santunan ini dapat menjangkau lebih banyak pekerja, terutama yang rentan.
Bantuan ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan, terlebih jika ada anak-anak yang masih bersekolah,” ujar Saipul.
Ia juga berpesan agar santunan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak almarhum.
“Biaya pendidikan anak ditanggung BPJS hingga ke perguruan tinggi. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal baik almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan ketabahan,” imbuhnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pohuwato, Sri Muliana, menjelaskan bahwa penyerahan santunan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September.
“Santunan yang kami serahkan hari ini mencakup jaminan kecelakaan kerja meninggal dunia dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta. Nilai beasiswa maksimal yang bisa diterima mencapai Rp174 juta,” jelas Sri.
Ia juga menegaskan pentingnya kepesertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja sektor informal dan rentan yang saat ini sudah mulai difasilitasi oleh Pemda Pohuwato.
“Kami mengimbau para pemilik usaha agar mendaftarkan pekerjanya. Ini program wajib dan manfaatnya sudah nyata dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Adapun dua penerima santunan hari ini adalah:
1. Hasri Yadingo (55), istri almarhum Sumardi Saud, tenaga cleaning service di Dinas P3AP2KB yang meninggal dunia karena sakit. Hasri adalah warga Desa Maleo, Kecamatan Paguat, dan ibu dari empat anak.
2. Maspa Podungge (43), istri almarhum Supriyanto Kiu, seorang penjual ikan yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Maspa kini membesarkan dua anak dan tinggal di Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa.