Abstrak.id – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, secara resmi menyerahkan santunan kepada ahli waris korban bencana banjir bandang yang melanda Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, pada Juni lalu.
Penyerahan santunan berlangsung di ruang kerja Bupati dan turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Risna Laisa, beserta jajaran.
Santunan ini diberikan kepada Kartin Munu, yang kehilangan saudara kandungnya, Yance Munu, serta anaknya, Larastiara Lakoro, dalam tragedi banjir yang menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Desa Tuweya.
Dalam keterangannya, Bupati Saipul mengungkapkan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi dan berharap bantuan tersebut bisa menjadi penguat semangat bagi keluarga korban untuk bangkit kembali.
“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak akan terus berupaya membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui bantuan langsung maupun program pemulihan,” ujar Bupati Saipul.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan melalui Direktorat Kebencanaan.
“Saya sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, Risna Laisa, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Kebencanaan Kementerian Sosial dan difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat yang disalurkan melalui pemerintah daerah. Semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” jelas Risna.
Rasa terima kasih juga disampaikan oleh Kartin Munu, ahli waris yang menerima langsung bantuan tersebut. Ia mengaku akan memanfaatkan santunan dengan sebaik-baiknya demi keberlangsungan hidup keluarganya.
Tragedi banjir bandang yang terjadi pada Juni 2025 lalu telah menelan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Desa Tuweya.
Pemerintah daerah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan terus mengupayakan langkah-langkah mitigasi bencana di wilayah rawan.