Beranda / Tak Berkategori / Dema-I IAIN dan Presma UNG Angkat Bicara Soal Kritikan BEM Provinsi pada Badan Eksekutif Mahasiswa UI

Dema-I IAIN dan Presma UNG Angkat Bicara Soal Kritikan BEM Provinsi pada Badan Eksekutif Mahasiswa UI

Abstrak.idKritikan Badan Eksekutif Mahasiswa Provinsi Gorontalo kepada BEM Universitas Indonesia (UI) banyak mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak. Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I) IAIN Gorontalo, Anggriani Dai, dan Presiden Mahasiswa UNG Rekzy Mantali juga angkat bicara mengenai hal itu.

Kepada awak media, Senin (5/7/2021), Presiden Mahasiswa UNG, Rekzy Mantali mengatakan pertemuan dalam Konferensi Pers kemarin itu hanya sekadar membahas persoalan penanganan Covid-19 secara masif di wilayah Provinsi Gorontalo. Dalam pertemuan itu, kata dia, sama sekali tak menyentil ataupun menyinggung terkait kritikan BEM UI yang sudah diberitakan oleh beberapa media online.

Menurut Rekzy, ia diundang dalam kegiatan Konferensi Pers itu bukan untuk membahas kritikan terhadap BEM UI. Namun, ia diundang hanya untuk menyampaikan persoalan penanganan Covid-19 di Provinsi Gorontalo.

“Karena masih ada internal BEM yang akan mengkajinya tanpa harus melalui Koordinator BEM Provinsi Gorontalo,” ujar Rekzy Mantali.

Rekzy Mantali mengaku kaget ketika melihat pemberitaan di media online bahwa BEM Provinsi Gorontalo mengkritisi Badan Eksekutif Mahasiswa UI yang sedang hangat dibicarakan.

“Saat ini saya sedang menghubungi Koordinator BEM Provinsi Gorontalo untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Sebab, di dalam berita itu terdapat juga foto saya,” kata Rekzy.

Terpisah, Ketua Dema-I IAIN Gorontalo, Anggriani Dai menyampaikan hal yang sama. Ia sangat menyayangkan tindakan seperti itu bisa terjadi diinternal BEM Provinsi Gorontalo dengan dalih responsif terhadap isu-isu krusial kedaerahan. Namun, isu-isu kedaerahan tersebut telah dieksploitasi sendiri oleh BEM Provinsi Gorontalo.

Aktivis Perempuan dari Organisasi IMM Cabang Kota Gorontalo itu mengatakan, salah satu BEM di Gorontalo yang turut andil dalam melakukan konsolidasi itu adalah DEMA-I IAIN Gorontalo.

Sehari sebelum deklarasi, kata Anggriani, mereka merasa dibungkam suaranya dengan mengatasnamakan BEM Provinsi Gorontalo. Awalnya ia mengira bahwa kegiatan Konferensi Pers tersebut hanya membahas persoalan rekonstruksi struktural BEM. Akan tetapi, kegiatan Konferensi Pers itu hanyalah untuk mengkritisi BEM UI.

“Padahal, masih banyak isu-isu regional kedaerahan yang harus dan wajib kita perhatikan. Misalnya, terkait persoalan Covid-19 yang telah dialami masyarakat Provinsi Gorontalo. Hal ini sangat perlu adanya keterlibatan mahasiswa dalam hal ini BEM Provinsi untuk membantu dan mengawal percepatan penanganan Covid-19 di Gorontalo,” pungkasnya. (Resky/Abstrak)

Tag: