Abstrak.id – Dinilai tak membayar tunjangan guru pada beberapa sekolah tertinggal, 2 organisasi melakukan demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kamis (27/5/2021).
Dua organisasai yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Bolmut itu adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM Penjara) dan Gerakan Mahasiswa (GM – 351).
Ketua LSM Penjara Ari P Muliling saat di wawancarai media ini mengatakan aksi ini merupakan bentuk pendampingan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Bolmut. Termasuk soal pembayaran tunjangan guru sekolah tertinggal pada tahun 2020.
“Kedatangan kita ke kantor ini untuk meminta kadis pendidikan segera mencairkan tunjangan khusus guru desa tertinggal di tahun 2020,” ungkapnya.
Dirinya menilai seharusnya pembayaran tunjangan ini sudah dibayarkan sejak 2020. Mengingat anggaran tersebut berasal dari kementrian sehingganya sangatlah tidak mungkin jika ada keterlambatan.
“Kami menilai ada kelalaian dari pihak dinas sehingga terjadinya keterlambatan dalam pemberian hak kepada para guru itu. Jadi, kami menuntut pihak dinas untuk segera mencairkannya,” tegas Ari sapaan akrabnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sulha Mokodompis menjelaskan persoalan tunjangan tersebut untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil telaan staf yang telah disampaikan kepada atasannya.
“Sebenarnya untuk anggarannya itu ada, hanya saja kemarin pas anggarannya masuk, kita udah selesai pembuatan DPA. Jadi, anggaran tersebut tidak tercover,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan tunjangan itu akan tetap dicairkan pada tahun ini.
“Saat ini kita lagi buat kajiannya karena perlu perubahan di DPA dinas, untuk menyesuaikan nomenklatur yang bisa digunakan untuk pencairan dana dimksd,” ungkapnya.
Diketahui jumlah guru yang belum menerima tunjangan itu yakni 37 orang yang terbagi di 6 sekolah yang ada di 5 desa di Kabupaten Bolmut.
(Zhandy/Abstrak)