Abstrak.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Frangky Chendra mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanamai tanaman holtikultura.
Hal ini disampaikannya saat mendampingi Penjabat Bupati Bolmut Sirajudin Lasena ketika mencanangkan gerakan ‘Marijo Bakobong’. Kegiatan itu dipusatkan di Kecamatan Bintauna, Kamis, 25 Januari 2024.

Marijo Bakobong yang berarti mari kita berkebun itu, diketahui merupakan inovasi Pemerintah Daerah (Pemda) Bolmut.
“Marijo Bakobong ini saya harap dapat dilakukan juga di seluruh desa-desa di Bolmut. Dengan menanam tanaman hortikultura melalui lahan pekarangan rumah atau lahan kosong. Hal ini penting untuk mendukung program ketahanan pangan keluarga,” kata Frangky Chendra.
Frangky menuturkan dengan dukungan dari pemerintah desa dan kecamatan, masyarakat akan terpacu untuk melakukan hal yang menjadi solusi ekonomi keluarga.
“Dengan ditanaminya pekarangan dengan tanaman cabai, tomat, dan sayur-sayuran, minimal masyarakat tidak lagi membeli kebutuhan tersebut,” tuturnya.
Dia mengunakapkan Gerakkan Marijo Bakobong ini terlihat sederhana. Namun, dapat memberikan manfaat besar terhadap kebutuhan keluarga dan menjaga kelesetarian alam sekitar.
“Oleh kerana itu, kita semua harus mendukung program ini. Jadi, saya berharap masyarakat dapat mendukung program tersebut dan mem-masifkan gerakkan ini,” ucap Frangky Chendra.

Sebelumnya, Pj Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dalam sambutannya mengatakan, program Marijo Bakobong itu telah dilakukan dan dilakukan pelaporan ke pemerintah pusat setiap tiga bulan.
“Hal ini juga merupakan arahan dari pemerintah pusat bahwa, ketersediaan komoditas pangan di setiap daerah harus terus dipantau harganya,” kata Sirajudin.
Pencanangan gerakan ini, kata dia, merupakan bagian dari langkah Pemda Bolmut dalam mencegah terjadinya inflasi terhadap bahan pokok khususnya komoditi pertanian.
“Kasus di daerah kita ini yakni harga yang naik turun. Itu tidak bisa diintervensi oleh pemda karena apa ? Karena stok komoditi ini tidak ada di kita. Seperti contoh bawang merah dan putih,” tuturnya.
Demikian juga, kata dia, dengan kenaikan harga cabai pada Desember 2023 lalu.
“Ini kan, masalahnya karena stok di petani kita kurang. Akhirnya dia menjadi langkah dan harganya ikut naik,” sebutnya.
Gerakkan Marijo Bakobong itu diharapkannya dapat menjadi solusi dalam menjaga komoditas pangan di Kabupaten Bolmut.
“Ini juga bagian dari pemantik. Jadi, kepada Camat dan sangadi-sangadi, segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
(Adv/Fadli/Abstrak)





