Menu Tutup

Kadinsos Pohuwato Beri Klarifikasi Soal Istri Kades Dambalo yang Nikmati Bantuan PKH

Abstrak.id – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pohuwato, Ramon Abdjul menanggapi pemberitaan disalah satu media online mengenai istri Kepala Desa Dambalo, Kecamatan Popayato, Satria Mantulu yang diduga telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurutnya, selama ini Kepala Desa Dambalo, Kecamatan Popayato, Wawan Ahmad belum pernah mendatangi kantor Dinas Sosial Pohuwato untuk mengonfirmasi kepesertaan istrinya di penerima bantuan PKH tersebut.

Berdasarkan informasi yang mereka dapatkan kata Ramon, bahwa Wawan Ahmad ini sebelum menjabat Kepala Desa Dambalo, pernah menjabat Kepala Urusan (KAUR) Pemerintahan.

“Dari saat menjabat KAUR Pemerintahan hingga terpilih menjadi Kepala Desa yang bersangkutan tidak pernah meng-update dokumen kependudukannya, sehingga pekerjaan yang tercantum di dalam KTP maupun Kartu Keluarga (KK) nya masih berstatus sebagai petani/pekebun,” ujar Ramon Abdjul kepada Abstrak.id, Senin (29/5/2023).

Hal inilah kata Ramon, yang menjadi dasar mengapa istri dari Kepala Desa Dambalo itu tidak pernah bisa dihapus dari data penerima bantuan PKH tersebut, karena masih terbaca sebagai masyarakat miskin.

“Saat ini aplikasi SIKS-NG yang memuat nama dan alamat masyarakat penerima bantuan maupun masyarakat yang tercatat sebagai masyarakat kurang mampu, sudah bisa diakses secara online oleh operator DTKS yang ada di setiap Desa/Kelurahan,” terangnya.

“Olehnya pihak Desa melalui operator DTKS mempunyai kewenganan penuh untuk mengeluarkan masyarakat yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dalam menerima bantuan sosial. Karena Pemerintah Desa yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya,” katanya.

Mantan Kepala BPBD Pohuwato itu mengatakan bahwa seharusnya sebagai Kepala Desa, Wawan Ahmad bisa bertindak dan mengambil keputusan untuk masyarakatnya termasuk istrinya sendiri.

“KamiĀ  di Dinsos Pohuwato selalu memberikan kemudahan bagi Pemerintah Desa melalui Aplikasi SIKS-NG yang secara mudah dapat diakses oleh mereka,” tuturnya.

Selain itu, pihak Dinsos Pohuwato sejak beberapa tahun terakhir ini kata Ramon, proaktif turun ke Desa dan Kelurahan untuk mensosialisasikan penggunaan Aplikasi SIKS-NG secara online.

“Mungkin Kades Dambalo, bapak Wawan Ahmad kurang memahami apa yang selama ini Dinsos sosialisasikan di Desanya,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).