Abstrak.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pohuwato mengadakan rapat koordinasi strategis di Hotel Damhil, Kota Gorontalo, pada Senin (14/10/2024).
Adapun kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi di desa-desa dengan tingkat partisipasi pemilih yang rendah menjelang Pilkada serentak 2024.
Rapat dihadiri oleh seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Pohuwato dan anggota KPU Pohuwato, termasuk Iskandar Ibrahim, Dian Pakaya, dan Usman Dunda.
Iskandar Ibrahim menekankan bahwa rendahnya partisipasi pemilih tidak dapat dilihat hanya dari hasil Pemilihan Suara Ulang (PSU), tetapi juga dari pemilihan legislatif pada 14 Februari 2024.
“Data dari PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) menunjukkan bahwa evaluasi partisipasi pemilih menjadi acuan penting dalam persiapan Pilkada mendatang,” ujar Iskandar Ibrahim.
Kecamatan Popayato kata dia mencatat partisipasi tertinggi mencapai 90%, sedangkan Kecamatan Marisa, yang merupakan ibu kota Kabupaten Pohuwato, mencatat partisipasi terendah dengan angka 84%.
Iskandar berharap kerja keras PPK dan PPS dapat meningkatkan angka partisipasi tersebut.
KPU Pohuwato, melalui Divisi Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM), merancang berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, termasuk intensifikasi sosialisasi di kecamatan dengan partisipasi rendah, dengan target mencapai 90%.
Mengacu pada Pilkada 2019 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 dengan partisipasi mencapai 87,2%, Iskandar optimis bahwa target partisipasi pada Pilkada 2024 dapat tercapai.
Ia menyampaikan beberapa strategi yang diterapkan mencakup penyelenggaraan kirab, pembentukan relawan demokrasi, dan kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
“Pentingnya sosialisasi oleh KPU, PPK, dan PPS untuk mendorong masyarakat agar lebih sadar akan hak pilih mereka,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak)