Krisis Air Bersih Melanda Transmigrasi Mootilango, YR Tim Salurkan 17.600 Liter untuk Warga
Abstrak.id – Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan warga di wilayah transmigrasi, Desa Mootilango, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.
Merespons kondisi tersebut, Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR Tim) turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Minggu (30/08/2026).
Sebanyak tiga armada pengangkut tandon dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik yang menjadi lokasi terdampak. Pada hari pertama pelaksanaan, sedikitnya 17.600 liter air bersih berhasil disalurkan kepada warga.
Pimpinan YR Tim, Yosar Ruiba, melalui Koordinator Pelaksana Kegiatan YR Tim, Zufrin Harun, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan inisiatif YR Tim dalam merespons keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Menurut Zufrin, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya AHS Centre, FRM Foundation, IMM, HMI, PMII, Karang Taruna, KNPI, serta sejumlah wartawan.
Distribusi air bersih ini juga mendapat dukungan dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Molango Pohuwato.
“Ini perdana. Dengan keterbatasan yang ada, Alhamdulillah kurang lebih 17.600 liter air bersih di hari pertama ini berhasil kita distribusikan. Kita bekerja sama dengan sejumlah organisasi dan didukung penuh oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Pohuwato,” ungkap Zufrin.
Ia menjelaskan, penyaluran air bersih kali ini diprioritaskan bagi warga Dusun Transmigrasi, Desa Mootilango, yang paling terdampak kekeringan. Sebanyak 50 kepala keluarga tercatat sebagai penerima manfaat.
Zufrin memastikan aksi kemanusiaan tersebut tidak berhenti pada hari pertama. Dengan segala keterbatasan yang ada, YR Tim akan berupaya melanjutkan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdekat yang juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Insyaallah kita lanjut besok. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
Warga Kesulitan Air Bersih
Kepala Desa Mootilango, Ithin Yanjo, menyampaikan apresiasi atas kepedulian YR Tim dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia mengakui, masyarakat di kawasan transmigrasi saat ini memang tengah menghadapi persoalan serius dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Karena memang diakui, warga di wilayah transmigrasi saat ini kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Ithin.
Kondisi tersebut turut dirasakan Abdul Karim, salah seorang warga transmigrasi. Ia mengaku bersyukur sekaligus terharu karena bantuan air bersih datang di tengah kebutuhan warga yang mendesak.
Menurut Abdul, selama kemarau, warga terpaksa menggunakan air keruh untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk mendapatkan air yang lebih bersih, warga harus mengeluarkan biaya tambahan dengan membeli air.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali. Jujur, Pak, kami di sini sulit sekali mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami mandi menggunakan air yang keruh. Kalau ingin mandi dengan air bersih, kami harus membeli,” kata Abdul.
Ia menambahkan, bantuan tersebut terasa semakin berarti karena keesokan harinya anak-anak harus kembali bersekolah.
“Terima kasih YR Tim. Kebetulan besok hari Senin masuk sekolah, jadi anak-anak bisa mandi dengan air bersih,” tuturnya.
