Menu Tutup

Pedagang dan Pengunjung Pasar Marisa Belum di Vaksinasi Covid-19

Abstrak.id – Pedagang dan pengunjung yang berada di Pasar Marisa, Kabupaten Pohuwato ditemukan belum melakukan vaksinasi Covid-19, baik dosis satu maupun dosis dua.

Hal itu terungkap ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato bersama jajaran TNI dan Polri melaksanakan operasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pasar Marisa, Pohuwato, Sabtu (22/1/2022).

Koordinator Regu B Vaksinasi Covid-19, AKP Erik Kasombang mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi hari ini ada beberapa pedagang maupun pengunjung yang kita temukan memang belum melakukan vaksinasi.

“Ada juga yang sudah melakukan vaksinasi sampai tahap kedua, namun masih banyak yang belum melakukan vaksinasi tersebut” ungkap AKP Erik Kasombang.

Pihak TNI Polri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato kata Erik, terus bersinergi dalam melaksanakan operasi di Pasar Marisa. Tujuannya adalah untuk menciptakan situasi pasar yang sehat, dan terbebas dari Covid-19.

“Alhamdulillah tadi cukup banyak yang hadir, semua ini terjadi memang berkat kerjasama, sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah daerah,” katanya.

Kemudian bagi yang belum divaksinasi Covid-19 diarahkan untuk ke gerai yang sudah disediakan di tempat ini. Selain itu, ia pun mengakui memang ada beberapa kendala yang dialami para pedagang diantaranya hanya ada satu orang yang menjaga jualan.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan pengertian kepada para pedagang tersebut. Mereka menghubungi pihak keluarganya seperti istri dan anak secara bergantian untuk menjaga jualan tersebut. Dan tadi juga ada beberapa orang yang sudah datang langsung ke gerai vaksinasi ini.

Saat ditanyakan terkait informasi pemaksaan yang dilakukan terhadap orang yang akan divaksinasi? maka dirinya menegaskan bahwa pemaksaan terhadap orang yang akan divaksin tersebut tidak ada.

Bila ada satu dua orang pedagang yang berfikiran seperti itu, mungkin itu hanya persepsi mereka saja. Tetapi secara persuasif kita terus melakukan imbauan.

“Karena masalah untuk membebaskan masyarakat dari Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab aparat TNI, Polri dan Pemda, melainkan tangggung jawab dari masyarakat. Kami hanya memberikan masukan-masukan kepada mereka, supaya mereka bisa turut serta di dalam memutus mata rantai Covid-19,” imbuhnya. (Ramlan/Abstrak).