Pendidikan

Pemerintahan SIAP Genjot Akses Pendidikan, 2026 Anak Tidak Sekolah Berkurang

Abstrak.id – Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menunjukkan penurunan signifikan.

Berdasarkan data per 30 September 2026, jumlah ATS yang sebelumnya mencapai 3.933 anak kini berkurang menjadi 2.472 anak, atau turun sebanyak 1.461 orang.

Penurunan tersebut menjadi salah satu capaian dalam upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato di bawah kepemimpinan Saipul Mbuinga dan Iwan Adam untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohammad, mengatakan penurunan angka ATS tidak lepas dari sejumlah program yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), di antaranya program Ayo Kembali ke Sekolah serta GELORA (Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun).

“Ke depan, kami menargetkan angka ini terus berkurang melalui program serupa dengan dukungan anggaran yang lebih besar,” ujar Arman.

Ia menjelaskan, kategori Anak Tidak Sekolah terdiri atas tiga kelompok, yakni anak yang putus sekolah (drop out), anak yang telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, serta anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Menurut Arman, selain menjalankan program pengembalian anak ke bangku sekolah, pihaknya juga akan memperkuat verifikasi dan validasi data ATS berbasis kecamatan dan desa di 13 kecamatan se-Kabupaten Pohuwato. Langkah tersebut akan melibatkan aparat desa agar data yang diperoleh lebih akurat dan penanganannya tepat sasaran.

Tak hanya itu, pada 2026 Dikbud Pohuwato juga menganggarkan bantuan seragam sekolah bagi anak-anak yang rentan tidak bersekolah, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam kelompok desil 1 dan 2.

“Melalui berbagai langkah ini, kami berharap jumlah anak tidak sekolah di Pohuwato terus menurun sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan,” pungkasnya.