Menu Tutup

Pemuda Cup 2025 Meriahkan Harlah ke-8 KPN

KPN, Kebangkitan Pemuda Nusantara, Pemuda Cup

Abstrak.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-8, Kebangkitan Pemuda Nusantara (KPN) menyelenggarakan turnamen mini soccer bertajuk Pemuda Cup.

 

Kegiatan ini dilangsungkan pada Jumat, 31 Mei 2025, bertempat di GOR Tunas, Jl. Tun Abdul Razak/Hertasning, Kabupaten Gowa.

Sebanyak 15 tim turut ambil bagian dan dibagi ke dalam tiga grup.

Grup A terdiri dari Senja Nafas Tua, Gadogado FC, Jumpapandang FC, Garuda United, dan Batara United.

Grup B dihuni oleh Nankatsu, MMC (Manchester Makassar Club), Mabulo Sibatang, Warani FC, dan Unlimited United.

Sementara Grup C diisi oleh Panrita FC, Pinisi FC, Semai FC, Nusantara Muda, dan Panggolo FC.

Dari fase penyisihan, terpantau sejumlah tim menunjukkan permainan yang impresif.

Senja Nafas Tua, yang diperkuat oleh para Dewan Senior KPN, berhasil keluar sebagai juara Grup A dengan torehan 10 poin dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Di Grup B, Nankatsu tim mahasiswa binaan KPN Gowa tampil dominan dengan empat kemenangan dan mengumpulkan 12 poin sempurna.

Adapun Grup C dipimpin oleh Pinisi FC, tim asal KPN Bulukumba, dengan catatan 10 poin.

Ketegangan memuncak di babak semifinal. MMC, yang merupakan tim binaan KPN Makassar, mengalahkan Nankatsu melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang di waktu normal.

Sementara itu, Pinisi FC menunjukkan permainan solid dan sukses menundukkan senior merekea Tim Senja Nafas Tua dengan skor akhir 2-1.

Pertandingan final berlangsung sengit dengan mempertemuka Pinisi FC dan MMC. Kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 hingga waktu normal berakhir.

Dalam adu penalti yang menentukan, Pinisi FC berhasil meraih kemenangan tipis 3-2 dan mengukuhkan diri sebagai juara Pemuda Cup 2025.

Usai pertandingan, Ketua Umum KPN, Ali Rahman kepada awak media mengucapkan terimakasih kepada panitia, Anggota maupun Kader KPN yang telah menusukseskan kegiatan Pemuda Cup.

Menurutnya, Pemuda Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga wahana untuk menunjukkan potensi kader KPN dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola mini.

“Ini adalah bagian dari ruang silaturahmi yang mempertemukan kader dari berbagai daerah untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap organisasi” ungkap Ali.

Dalam refleksi delapan tahun perjalanan KPN, Ali menyatakan harapannya agar organisasi ini senantiasa menjadi bagian penting dalam menjaga dan membela bangsa serta negara. KPN, menurutnya, hadir sebagai jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi hari ini.

“Meski masih berusia muda, semangat para kader dalam menghidupkan nilai-nilai ideologis bangsa tidak surut” terangnya.

Terakhir, Ia menegaskan keyakinannya bahwa ideologi Pancasila merupakan ideologi terbaik dan satu-satunya ideologi yang memiliki kesatuan padu antara ketuhanan, kemanusiaan dan alam semesta.

“Sebab ideologi Pancasila memiliki nilai yang paling relevan dan realistis untuk peradaban universal dimasa mendatang” tutup Ali.

Perlu diinformasikan, dalam pertandingan tersebut, gelar top skorer diraih oleh Iccank D Maria dari tim Senja Nafas Tua dengan koleksi empat gol.

Sementara itu, gelar pemain terbaik diberikan kepada Nasran dari tim Pinisi FC atas performa gemilangnya sepanjang turnamen.

Kebangkitan Pemuda Nusantara (KPN)

Kebangkitan Pemuda Nusantara (KPN) adalah organisasi kepemudaan nasional yang didirikan pada 1 Juni 2017 dengan mengusung slogan “Pemuda Bangkit,”.

KPN hadir sebagai jawaban dan solusi bangsa guna mendudukan Pancasila sebagai ideologi universal ditengah pusaran berbagai ideologi trans.

KPN bertujuan memperkuat semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

KPN memiliki Visi Misi menjadi gerakan pemuda pelopor kebangkitan bangsa yang berkarakter Pancasila yang nasionalis, pluralis, dan religius.

Struktur organisasi KPN terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengarahkan kebijakan strategis dan program nasional, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang melaksanakan program di tingkat provinsi, serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang menjadi basis operasional di tingkat kabupaten/kota serta Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk melaksanakan program pada tingkat Kecamatan.