Menu Tutup

Penerapan Aplikasi MY Pertamina di SPBU Popayato Tuai Sorotan

Abstrak.id – Penerapan aplikasi MY Pertamina di SPBU Popayato mendapatkan sorotan dari sejumlah masyarakat setempat. Pasalnya, penerapan aplikasi MY Pertamina tersebut diduga hanya mempersulit masyarakat pengguna mobilĀ  dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu warga Desa Bunto, Rivaldi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penerapan aplikasi MY Pertamina di SPBU Popayato terkesan hanya menyusahkan masyarakat.

“Jadi penerapan aplikasi MY Pertamina ini sangat tidak adil bagi kami. Karena nanti ada aplikasi MY Pertamina itu baru kami bisa mengisi, terus kalau plat nomor kami tidak terdaftar tidak terlayani mengisi BBM,” katanya.

Menanggapi hal itu, Pemilik Pertamina Popayato, Jenni Ema Tulung menyampaikan bahwa penerapan aplikasi MY Pertamina di SPBU Popayato tersebut masih dalam tahap percobaan atau sosialisasi.

“Itu masih masa transisi, jadi masih sebatas sosialisasi. Pengisian BBM tersebut masih menggunakan Plat nomor, jadi selesai mereka (Pengguna mobil) mengisi kita daftar. Tahap sosialisasi ini pun akan berlaku selama satu bulan,” ungkap Jenny Ema Tulung saat dikonfirmasi Abstrak.id, di Kantor DPRD Pohuwato, Selasa (6/9/2022).

Kendati demikian, Anggota legislator dari Partai Golkar itu pun mengakui, bahwa penerapan aplikasi MY Pertamina yang diberlakukan di SPBU Popayato itu menuai kritikan dari sejumlah masyarakat setempat.

“Salah satu komplain dari masyarakat itu adalah masalah jaringan. Berdasarkan masalah tersebut, saya memerintahkan pegawai pertamina untuk mengisi terlebih dahulu mobil mereka dengan mencatat plat nomor,” tuturnya.

Kemudian setelah mobil mereka diisi BBM kata Jenni, pihaknya menyampaikan bahwa mobil-mobil tersebut kedepan harus di daftar.

“Apabila mobil itu plat nmornya muncul di sistem Aplikasi MY Pertamina, maka mobil tersebut bisa untuk mengisi BBM. Sehingga harapan kami, agar semua mobil kalau bisa di daftar,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).