Wahai Pancasila, dasarnya negeri ini.
Kau tidak salah dan tak pernah salah.
Para pemimpin telah melupakan makna dan substansimu
Semangat jujur dan juang Pancasila telah terganti dengan semangat dusta dan gila citra
Hari Lahir Pancasila, tinggal peringatan tak lagi menjadi pelajaran
Semua hanya slogan-slogan tapi lupa menghidupkan nilai-nilai mulia dari Pancasila
Hari lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni
Itu ditandai oleh pidato yang dilakukan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno pada Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).
“Walau berbeda agama, beda bahasa, beda warna kulit, tapi satu dalam jiwa selamat hari kelahiran Pancasila
Sila ke-2 Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”
Ini adalah perwujudan nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama
Hilang tak berbekas semu tanpa maknawi
Rakyat miskin tersakiti
Konglomerat asik dengan tirani
Oknum pemerintah sibuk korupsi
Siapa menghadang akan dikriminalisasi
Wakil rakyat memperkaya golongan dan diri sendiri
Penegak hukum buta dan mati suri
Pengusaha kehilangan hati nurani
Nilai agama dan nilai hidup ada di dalam mu
Tetapi sekarang kebebasan ini hanya milik seorang
Toleransi ini hanya dapat dikenang
PANCASILA:
1. Ketuhanan yang Maha Esa,
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia,
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan, dan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Apris, alumni PPKn Universitas Negeri Gorontalo