Menu Tutup

Aktivis Desak Evaluasi Penggunaan Dana Desa di Puncak, Pulubala

Abstrak.id – Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Gorontalo, Rizal Agu, mengkritik pengelolaan dana desa di Desa Puncak, Kecamatan Pulubala.

Ia mendesak pemerintah kabupaten dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan dana desa di wilayah tersebut.

Rizal menyoroti bahwa warga terpaksa menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki jalan utama yang rusak, meskipun dana desa seharusnya dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur.

“Masyarakat patungan untuk memperbaiki jalan yang merupakan akses utama bagi petani. Sementara itu, alokasi dana desa tidak jelas,” ujarnya.

Ia juga mengecam pernyataan kepala desa yang menyebut jalan tersebut belum menjadi prioritas, padahal jalan itu vital untuk pengangkutan hasil pertanian.

“Jika ini bukan prioritas, lalu apa yang dianggap prioritas oleh kepala desa?” tegas Rizal.

Menurutnya, kondisi jalan yang becek dan licin saat hujan sering mengakibatkan kecelakaan, menambah beban bagi pengguna jalan. Rizal menduga ada keganjilan dalam kinerja kepala desa dan meminta audit menyeluruh dari instansi terkait.

“Kami mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi penggunaan dana desa di Desa Puncak secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Warga Desa Puncak terpaksa memperbaiki jalan utama sepanjang 100 meter secara mandiri. Jalan yang hanya berupa tanah ini menjadi semakin berbahaya saat musim hujan. Warga mengaku sering mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin.

Sementara itu, Kepala Desa Puncak, Rinto Ambela, mengatakan bahwa jalan penghubung antara Desa Puncak dan Desa Ayumolingo belum menjadi prioritas penggunaan dana desa.

“Jalan ini sudah parah, sehingga biaya angkut jadi mahal setiap musim panen. Masyarakat berinisiatif untuk memperbaiki jalan ini,” ungkap Rinto.

Rinto menjelaskan bahwa penggunaan dana desa untuk jalan tersebut masih memungkinkan karena statusnya sebagai jalan desa. Namun, ia menambahkan bahwa saat ini belum dapat dianggarkan.

Ia mengapresiasi inisiatif masyarakat yang patungan mengumpulkan bahan untuk perbaikan.

“Membangun desa tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan inisiatif dari masyarakat,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).