Abstrak.id – Satuan Researse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato kembali berhasil mengamankan satu buah mobil pick up bermuatan BBM bersubsidi jenis Solar di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, kamis (08/09/2022).
Mobil pick up berwarna hitam yang mengangkut BBM bersubsidi 20 galong ukuran 35 liter itu, diduga akan dibawa ke salah satu PETI di Kabupaten Pohuwato.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono melalui Kasat Reskrim , Arie Yos mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini lagi sedang memburu pemilik dari mobil pick up bermuatan BBM Bersubsidi tersebut.
“Untuk saat ini baru kita amankan satu orang supir, satu buah mobil pick up dan 20 gelong BBM jenis solar, dan untuk pemiliknya masih kita cari namanya, nantinya akan kita periksa,” ungkap Arie Yos.
Kata Arie, pihaknya saat ini sedang melakukan patroli di kecamatan Buntulia untuk mengantisipasi penyelundupan BBM bersubsidi. Disaat itu anggotanya menemukan mobil pick up berwana hitam membawa 20 gelong BBM jenis solar.
“Pada pukul 23:45 kami menemukan kendaran yang membawa BBM subsidi jenis solar sebanyak 20 gelon dengan volumenya 35 liter, jadi totalnya kurang lebih 700 liter,” tuturnya.
Lebih lanjut, Arie mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, diduga kuat BBM bersubsidi itu akan dibawa ke salah satu PETI yang ada di Pohuwato.
Terakhir Kasat Reskrim Polres Pohuwato itu menghimbau kepada masyarakat apabila mengetahui adanya penyalahgunaan BBM subsidi agar segera melapor ke pihak kepolisan.
”Kalau pun ada masyarakat mengetahui adanya penampungan BBM atau penyalahgunaan BBM, bisa langsung diberitahukan kepada Sat Reskim Pohuwato, agar segera tim kami menindaklanjuti, dan kami tidak akan tutup mata atau pilih kasih terhadap tindakan penyeludupan BBM subsidi tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil investigasi tim dilapangan, Sabtu (10/9/2022), bahwa mobil pick up bermuatan BBM bersubsidi itu diduga kuat adalah milik dari salah satu pengusaha tambang ilegal berinisial HA, yang beralamat di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Adapun inisial tersebut diketahui setelah tim investigator melakukan identifikasi mobil tersebut melalui nama mobil dan barcode yang tercantum di depan mobil pick up tersebut. (*)