Abstrak.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Marisa menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana alam dengan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, Rabu (25/6/2025).
Bantuan disalurkan langsung oleh Kepala Cabang BRI Marisa, Fauzan Rahman, yang turun langsung ke lokasi banjir bersama tim.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan nyata terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.
Adapun bantuan yang diberikan berupa 60 paket sembako, puluhan karton mie instan, dan susu yang ditujukan untuk membantu meringankan beban warga yang kehilangan harta benda akibat banjir yang melanda beberapa hari terakhir.
“Kami dari BRI Cabang Marisa merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Desa Tuweya. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap bisa meringankan beban dan menjadi bukti bahwa BRI hadir di tengah masyarakat,” ujar Fauzan Rahman kepada Abstrak.id, (Rabu (25/6/2025).
Fauzan menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra sosial masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa BRI tidak hanya hadir untuk urusan perbankan, tapi juga siap berada di garda depan saat masyarakat menghadapi situasi sulit seperti ini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama dilakukan oleh BRI Cabang Marisa. Dalam beberapa peristiwa bencana sebelumnya, pihaknya juga turut ambil bagian dalam menyalurkan bantuan.
“Kami selalu berupaya tanggap dalam kondisi darurat, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerja kami,” tambah Fauzan.
Menutup pernyataannya, Fauzan berharap agar bantuan yang diberikan bisa menjadi penguat semangat bagi para korban banjir untuk segera bangkit dan pulih.
Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, untuk bersinergi dalam penanganan pasca-bencana.
“Kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama dalam menghadapi bencana. Kami percaya, jika kita saling bahu-membahu, pemulihan akan berlangsung lebih cepat dan menyeluruh,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).