Abstrak.id – Kepala Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Dedy Djuma membantah tudingan korupsi anggaran ketahanan pangan yang dilontarkan masyarakat Desa Moutong terhadap dirinya.
Dedy menegaskan bahwa tudingan dugaan korupsi yang dilontarkan oleh masyarakatnya itu tidak berdasar dan tidak terbukti.
“Jadi itu tidak benar, dan juga tidak terbukti. Saya sudah di audit oleh pihak Inspektorat Daerah (Itda) Bone Bolango, namun dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ada satu pun temuan yang di dapatkan,” ungkap Dedy Djuma, saat ditemui awak media di rumahnya, Sabtu (29/6/2024).
Cuman kata Dedy, masyarakat nya itu tetap tidak mau menerima hasil pemeriksaan (Audit) yang dilakukan oleh Itda tersebut.
“Dia (Suarni Pido) ini justru memaksa pihak Itda untuk tetap harus mendapatkan temuan dugaan korupsi anggaran ketahanan pangan ini, padahal pihak Itda sudah menyampaikan bahwa tidak ada temuan yang mereka dapatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Dedy berujar, bahwa karakteristik oknum (Suarni Pido) tersebut sudah seperti itu terhadap Kades-kades yang menjabat selama ini dari setiap periode.
“Sekarang ini pun yang bersangkutan menolak perpanjangan masa jabatan saya sebagai Kepala Desa Moutong,” tuturnya.
Kemudian Dedy juga meluruskan terkait pengangkatan suaminya sebagai Bendahara Program Ketahanan Pangan tanpa sepengetahuan dari suaminya itu adalah tidak benar.
“Suaminya tidak tau bagaimana, sementara yang mengurus buku rekening dari Program Ketahanan Pangan ini adalah suaminya dan salah satu aparat saya. Karena kalau suaminya tidak tandatangani pencairan anggaran ketahanan pangan itu, maka anggaran tersebut tidak akan dicairkan,” jelasnya.
Selain itu, suaminya juga ini kata Dedy, pernah ia berangkatkan studi banding ke Surabaya untuk mempelajari terkait pengembangan program ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, saat ini Desa kami sudah sudah masuk sebagai Desa Mandiri. Karena sebelumnya masih Desa Maju,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).






