Abstrak.id – Park23 Creative Hub secara rutin mengadakan eksebisi bulanan untuk seni-seni yang unik dari berbagai generasi maupun latar belakang (Background). Setelah memboyong seniman Yaari Rom pada Juli lalu, kini Park23 memperkenalkan Dully-A Surfer’s Mind untuk melakukan pameran tunggal Seni Digital mulai 3 hingga 28 Agustus 2022 mendatang.
Yoke Darmawan selaku D&A Consultancy sekaligus pengelola Park23 Creative Hub mengatakan, misi yang mereka jalankan adalah konservasi air dan kesinambungan laut di Bali, yang kemudian diwujudkan melalui seni. Hal ini sejalan dengan tema karya yang dibawakan oleh Dully.
Dully, dengan nama asli Sinaga Goatama merupakan anak sulung dari 3 bersaudara dalam keluarga selebriti dengan Tipi Jabrik (legenda sejati dunia selancar Indonesia).
Sementara Luna Maya (Model dan aktris terkenal) adalah adik kandungnya. Pria kelahiran 1976 ini berbakat sebagai peselancar yang mengarungi ombak Pantai Legian sejak usia 5 tahun.
Melalui dialog bersama Rizal Tanjung, Tipi Jabrik dan Tai Buddha, Dolly menyampaikan bahwa kegemaran terbesarnya adalah berselancar (Surfing). Ia mengaku pernah dinobatkan menjadi peselancar pro tingkat Internasional, hingga menduduki peringkat 239 di seluruh dunia (1995).
“Dan di antara penghargaan lainnya, saya pernah memenangkan Quicksilver Airshow penghargaan bergengsi (Canggu, Bali 2004),” ungkapnya, Kamis (4/8/2022).
Keputusan pensiun dari selancar profesional kata Dolly, memberikan kesempatan kepadanya untuk mengembangkan banyak bakat seni lainnya.
Dipengaruhi oleh adegan grunge Nirvana dan Pearl Jam yang berbasis di Seattle, ia tampil sebagai penyanyi utama dan gitaris Gotham, sebuah band rock yang ia ciptakan bersama saudaranya.
Tak hanya itu, kecintaannya pada Richie Hawtin dan musisi awal techno, membuat dirinya beralih ke pertunjukan DJ langsung. Penampilan tersebut diperlihatkan kepada orang-orang lokal yang antusias hingga ke Paris, LA, dan komunitas di gurun Nevada.
“Saya fokus mengembangkan gambar eksperimental dan lukisan digital dari studio Cemagi milik saya di Bali Barat,” katanya.
Dari pemandangan laut konvensional dan getaran alam yang disampaikan oleh sebagian besar Surf Artists, ia mengajak para seniman dan lainnya untuk dapat memasuki dunia ekspresionis seni jalanan, seniman grafiti, dan pecinta seni post punk yang terinspirasi Basquiat.
Selain itu, ia pun mengaku mempelajari seni digital secara otodidak, namun darah seni memang sudah mengalir dari orang tuanya. Dan pertama kalinya, Dully merilis karya pilihannya sekitar 50 kanvas cetak untuk dipamerkan secara eksklusif.
Kata Dolly, visi berjiwa bebasnya, representasi makhluk hidup seperti mimpi dan ekspresi psikedelik yang semarak telah dikuratori dan dinikmati berbagai kalangan di galeri seni utama Park23.
“Nilai-nilai Burning Man, yaitu inklusi radikal, ekspresi diri, kemandirian, upaya komunal dan keberlanjutan adalah prinsip inti yang membimbing gaya hidup saya sehari-hari, serta berbagai bentuk ekspresi artistik saya,” pungkasnya. (Ina/Abstrak)