Abstrak.id – Kepala Desa Buntulia Jaya, Rahmawati Polumulo melaporkan Kepala Puskesmas Duhiadaa, Nelyana ke Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato atas dugaan penipuan investasi forex.
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Duhiadaa, Nelyana mengatakan dirinya merasa tidak melakukan penipuan terhadap oknum Kades Buntulia Jaya tersebut, justru kata dia, kita sama-sama menjadi korban dalam investasi forex ini.
“Kalau untuk melakukan penipuan saya kira tidak, karena kita sama-sama menjadi korban,” kata Kapus Duhiadaa, Nelyana S.KM, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (11/1/2022).
Meskipun demikian, Nelyana mengakui, sebelumnya ia sempat membuat kwitansi perjanjian antara dirinya dengan oknum Kepala Desa Buntulia Jaya tersebut.
Kemudian setelah ia menyetorkan uang yang bersangkutan sebesar Rp.20 juta kepada admin kemudian ada lagi kwitansi kedua. Namun kesalahan Kapus tersebut tidak sempat mengambil kwitansi yang pertama.
“Saat itu yang bersangkutan meminta uang pengembalian, terus bukannya saya tidak mau memberikan tetap akan dikembalikan, namun secara bertahap,” katanya.
“Saya kasih awalnya Rp.2 juta cuman yang bersangkutan menolak, maunya saya memberikan semuanya Rp.20 juta. Cuman saya sampaikan saya tidak sanggup untuk itu, karena pengembalian ini inisiatif pribadi bukan dari owner,” tandasnya.
Sebelumnya, oknum Kepala Puskemas (Kapus) Duhiadaa, Nelyana di polisikan lantaran diduga melakukan penipuan kepada Rahmawati Polumulo selaku Kepala Desa Buntulia Jaya, Kecamatan Duhiada’a, Kabupaten Pohuwato, Senin (10/1/2022).
Rahmawati Polumulo mengutarakan, bahwa dirinya merasa tertipu oleh Kepala Puskesmas Duhiadaa, Nelyana yang memintakan sejumlah uang darinya untuk di simpan, dan menjanjikan sesuatu namun tidak ditepati.
“Tujuan saya datang di Polres ini, ingin melaporkan Kapus Duhiadaa Nelyana karena saya merasa dirugikan, uang saya diminta untuk disimpan hingga sekarang janjinya itu tidak pernah dia tepati,” katanya.
Selain itu, Rahmawati mengatakan, dirinya pun merasa bingung untuk apa uang yang dimintakan Nelyana dengan menjanjikan keuntungan 27 persen di setiap bulannya dari total Dua Puluh Juta Rupiah uang yang di berikan.
Saat ditanya, apakah ini ada kaitannya dengan investasi ? Rahmawati menjawab, kalau masalah tersebut kurang ia ketahui.
“Nanti silahkan ditanya kepada bersangkutan. Intinya yang saya tahu, uang saya ada sama beliau dan belum dikembalikan, makanya saya melaporkan dia,” imbuhnya. (Ramlan/Abstrak).