Abstrak.id – Aksi penolakan harga BBM pada 1 September 2022 yang dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo bersama HMI dan beberapa organisasi lain merupakan sebuah kabar baik kepada masyarakat.
Adapun aksi yang digelar di Bundaran Saronde, Kota Gorontalo tersebut dihiasi dengan teriakan teriakan perrlawanan oleh ratusan mahasiswa yang menganggap kenaikan harga BBM kurang tepat dan cenderung menyesengsarakan rakyat.
“Kami tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan kebijakan yang menyengsarakan rakyat, termasuk kenaikan harga BBM ini. Luka Covid-19 masih menyelimuti masyarakat hingga kini, kemudian mengapa ditambah lagi dengan kebijakan kenaikan harga BBM. Olehnya semua kebijakan yang menyengsarakan rakyat kami tolak dan lawan,” ungkap Ketua LMND Gorontalo, Ari Saputra dalam orasinya.
Selain itu, teriakan suara perlawanan oleh Ketua LMND Gorontalo itu pun membangkitkan semangat massa aksi dalam menyampaikan aspirasinya meskipun dalam kondisi hujan deras.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah LMND Gorontalo, Hendra Ambagu menegaskan, bahwa kenaikan harga BBM ini merupakan bentuk penindasan terhadap rakyat kecil.
Oleh karena itu, kita mahasiswa sebagai agen of kontrol ini untuk terus mengawal dan melawan kebijakan yang memiliki dampak negatif kepada rakyat.
“Tidak hanya itu, para penegak hukum juga harus lebih aktif memberantas para mafia-mafia minyak dan gas,” tegas Hendra.
Berikut tuntutan yang mereka sampaikan:
- Tolak kenaikan harga BBM Bersubsidi.
-
Revisi Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM.
3.Mendorong percepatan pembangunan industry nasional (Kilang) untuk mengatasi ketergantungan importer minyak.
-
Mendorong aparat penegak hukum untuk memberantas mafia-mafia migas.
-
Mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan energy terbarukan sebagai solusi atas krisis global. (*)