Abstrak.id – Aliansi masyarakat popayato cs gelar Demo Di gedung DPRD kabupaten Pohuwato, Dalam aksi yang mereka lakukan, ada 12 tuntutan atau permintaan yang mereka bawa dan suarakan di Gedung DPRD.
Setelah menyampaikan aspirasi, mereka meminta agar tuntutan tersebut di jawab di dalam ruangan rapat DPRD Pohuwato yang kemudian permintaan itu di setujui oleh anggota DPRD Pohuwato itu sendiri.
Kata Beni Nento, atas nama pimpinan DPRD Pohuwato, mereka menerima permintaan mereka agar di tuntutan tersebut di jawab di dalam ruangan. Sehingga apa yang menjadi subtansi atau harapan masyarakat wilayah barat dapat di bahas secara bersama-sama.
Pada kesempatannya, Koordinator lapangan (Korlap), Frens Mahabu menyampaikan aspirasi atau hal-hal yang menjadi keluhan dari masyarakat Kecamatan Popayato Cs.
Salah satu tuntutan yang di sampaikan adalah kurangnya tenaga kerja lokal daerah yang bekerja di salah satu perusahan Sawit yang ada di kabupaten Pohuwato yakni PT Loka Inda lestari (LIL) yang berada di Kecamatan Popayato.
Kata Frens, Bahwa di perusahan tersebut setelah mereka kroscek lebih banyak tenaga kerja yang berasal dari luar daerah ketimbang tenaga kerja lokal Pohuwato khususnya di Kecamatan Popayato Cs.
Bahkan kata dia, saat gajian tiba, terjadi pemotongan dari BPJS yang kemudian pada saat mereka berobat itu menggunakan dana pribadi.
Tak hanya itu, keterlambatan pembayaran gaji pekerja pun terjadi di perusahan tersebut. Sehingga nya, hal itu yang menyebabkan mereka harus menyampaikan aspirasi ini kepada DPRD selaku Wakil rakyat.
Berangkat dari tuntutan tersebut, Beni Nento, selaku ketua Komisi III, menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutan dan harapan dari masyarakat Popayato itu akan di atensi oleh DPRD terkait dengan Tenaga kerja yang ada di perusahaan Loka Inda Lestari.
“Tiga Minggu yang lalu saya degan pak Rizal sudah turun disana untuk memastikan batas wilayah yang di miliki oleh perusahan, jangan sampai akan merambat,” ungkap Beni.
Dari point-point yang di sampaikan kata Beni, mulai dari Tenaga kerja lokal, keterlambatan gaji, fasilitasi kesehatan yang masih kurang.
Kemudian Amdal pabrik, ketersedian Air bersih yang menjadi keluhan hingga akses jalan yang belum ada perhatian dari pihak Perusahaan dan plasma yang belum jelas untuk rakyat Popayato, maka ini akan di agendakan dan dlakukan RDP dengan Dinas dan pihak-pihak terkait.
“Permintaan dari teman-teman untuk melakukan RDP dengan pihak perusahan akan kami akomodir, Pihak perusahan akan kami undang dan akan di adakan rapat gabungan Komisi,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).