Abstrak.id – Oknum Anggota Kepolisian di Kabupaten Pohuwato diduga terlibat dalam proyek pembangunan Irigasi yang berada di Desa Suka Makmur, Dulomo dan Manawa, Kecamatan Patilanggio.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Pelaksana Kegiatan (PK), Yasinta Ungguli kepada awak media, saat dikonfirmasi, Kamis (27/7/2023).
“Pelaksana kegiatan proyek irigasi dilapangan itu adalah salah satu oknum polisi,” ungkap Yasinta Ungguli.
Yasinta Ungguli menyampaikan bahwa anggaran pembangunan proyek irigasi di tiga Desa tersebut sebanyak Rp5. 918,764.000 (Lima miliar lebih).
Adapun tebal dinding pada pembangunan proyek irigasi tersebut kata Yasinta, adalah 12 cm dan tebal ruas saluran 12 cm.
“Untuk target pekerjaan 240 hari. Dimulai dari 20 Februari dan akan berakhir pada bulan Oktober 2023 mendatang,” terangnya.
“Pada minggu pertama tahapan persiapan pekerjaan, dan minggu kedua 2023 mulai dikerjakan. Jadi, sisa waktu yang ada tinggal 74 hari atau sekitar dua bulan lebih,” katanya.
Meski begitu, Yasinta mengakui ukuran kualitas material yang mereka gunakan itu semakin hari semakin kuat dan keras. Dan untuk jangka bertahannya bangunan irigasi itu diprediksikan selama 10 tahun, karena menggunakan besi.
“Meskipun mengunakan material bagus, tapi dengan kondisi tanah yang lembek atau derasnya air, maka akan berpengaruh pada pekerjaan tersebut,” katanya.
Untuk diketahui, pembangunan irigasi yang berada di tiga Desa, di Kabupaten Pohuwato tersebut merupakan proyek milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Gorontalo.
Sebelumnya, pekerjaan irigasi yang saat ini berlangsung di tiga desa, di kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato di soroti oleh Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Herson Ali.
Selain menyentil masalah mutu pekerjaan, Harson Ali pegiat anti korupsi ini mengkritisi kualitas pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah pusat tersebut.
Pasalnya, obyek pekerjaan merupakan wilayah rawan banjir bila hujan mengguyur yang mengakibatkan sungai Randangan meluap.
“Ini yang harus dipahami dulu, sehingga sebagai putera daerah saya ingatkan untuk menjaga kualitas pekerjaan,” ungkapnya, Jumat (28/7/23).
Selain kualitas pekerjaan yang harus dijaga, hal yang perlu diingatkan juga adalah dugaan keterlibatan oknum polisi yang menjadi pelaksana pekerjaan pada proyek milik BWS Gorontalo tersebut.
“Yang dijaga jangan sampai mempengaruhi tugas pokoknya sebagai aparat hukum yang mempunyai kewajiban terhadap negara,” tegasnya.
Sebagai aktifis pihaknya kata Harson, akan mengawal pelaksanaan pekerjaan tersebut secara optimal.
Harson pun akan memberikan apresiasi bila hasil pekerjaan dan endingnya sesuai yang diharapkan masyarakat setempat terutama masyarakat Kabupaten Pohuwato.
Disisi lain, aktifis LAI ini juga mengingatkan bahwa pihaknya akan menguji pekerjaan ini bila terdapat dugaan yang berimplikasi pada kerugian negara akibat dari pekerjaan tersebut.
“Kita lihat nanti, kan masih ada sisa waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum Polisi yang diduga terlibat proyek tersebut akan dikonfirmasi. (Ramlan/Abstrak).