Bebas

PAN Pohuwato Diterpa Masalah, Muhamad Afif Didesak Mundur

Abstrak.id – Tak lama lagi tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) akan segera dimulai, Partai Politik (Parpol) di masing-masing daerah pun mulai disibukkan dengan berbagai macam persiapan menuju tahapan Pemilu 2024. Jika Parpol lain tengah menyibukkan diri dengan persiapan Verifikasi Parpol, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Pohuwato, justru sedang diterpa prahara internal.

Pengurus partai di level kecamatan atau atau Dewan Pimpinan Cabang (DPC) meminta dan mendesak Ketua PAN Pohuwato, Muhamad Afif untuk segera mengundurkan diri dari jabatan.

DPD PAN Pohuwato saat ini memang tengah dirundung masalah. Sang nahkoda baru, Muhamad Afif yang diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar kader, memperkokoh barisan dan memaksimalkan kerja-kerja mesin Partai di tingkatan kecamatan hingga desa justru menuai protes para kader. Pemicunya, Ketua DPD PAN Pohuwato, Muhamad Afif dinilai tak mampu mengkoordinasikan Kegiatan-kegiatan Partai kepada DPC di masing-masing Kecamatan.

Tak sedikit pula yang menganggap Ketua DPD, Muhamad Afif kerap mengabaikan para pengurus di Kecamatan saat mengambil kebijakan Partai. Wal hasil, beberapa Pengurus pun terpaksa hengkang dari Partai berlambang matahari putih itu. Bahkan terinformasi dalam waktu dekat akan ada pengunduran diri secara besar-besaran oleh para pengurus di Kecamatan.

Kamaludin salah satu pengurus DPC PAN menyebutkan, belakangan ini baik pengurus PAN di Kecamatan dan Kabupaten sudah tak solid lagi. Kurangnya koordinasi dari Ketua Partai pun menjadi faktor utama kekesalan sejumlah kader.

“Sebenarnya keluhan dari DPC-DPC ini sudah lama memang. Tapi selama ini kan kesannya ada yang ditutup tutupi oleh ketua Partai. Misalnya waktu Pilkada kemarin, tidak jelas kemana arah Partai, nanti tiba-tiba saja sudah berkoalisi ke salah satu calon sementara kita DPC banyak yang tidak tahu. Akhrinya kan mesin Partai tidak jalan dengan baik. Jelas kalau misalkan tidak mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik ya lebih baik mundur atau diganti. Daripada DPC-DPC mundur,” ujarnya, Jumat (10/6) kemarin.

Dirinya pun menghawatirkan jika kemudian Pimpinan dan pengurus di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Gorontalo tak mengindahkan permintaan dari DPC-DPC agar Ketua DPD PAN Pohuwato diganti. Para pengurus partai di kecamatan sebagai mesin-mesin Partai tidak akan berjalan maksimal. Terlebih, Parpol termasuk PAN sendiri akan menghadapi hajatan besar Pemilu 2024 yang tahapannya tengah berlangsung.

“Mesin partai mau jalan bagimana kalau begini modelnya sementara di depan kita ada hajatan besar persiapan Pileg yang tahapan verifikasi parpolnya sudah mulai dipersiapkan. Sekarang kalau tetap dipaksakan sementara kami juga dibawah babak belur mending kami mundur saja,” tegasnya.

Sejauh ini, jelas Kamaludin. Sudah ada 3 DPC yang terpaksa memundurkan diri sebagai kader partai. Bahkan dalam waktu dekat, tambahnya lagi. Ada 6 DPC yang akan memundurkan diri jika DPW PAN Provinsi Gorontalo masih mempertahankan Muhamad Afif sebagai ketua DPD PAN Pohuwato.

“Tunggu Saja dalam waktu dekat ini enam DPC akan mundur, termasuk saya. Wilayah Marisa grup ada, Wilayah barat juga ada. Sebelumnya sudah dua yang mundur juga. Solusinya cuma satu di ganti saja Ketuanya, kalau masalah ini dibiarkan begini terus, hancur Partai ini di Pohuwato. Sudah jelas. Terus terang satu dua hari ini akan ada pengunduran diri secara massal,” tambahnya.

Saat di konfirmasi, Ketua DPD PAN Pohuwato Muhamad Afif tak ingin menanggapi terlalu dalam kaitan dengan masalah tersebut. Hanya saja kata dia, saat ini DPD PAN Pohuwato tengah melakukan upaya konsolidasi hingga ketingkat kecamatan untuk mempersiapkan tahapan Pemilu 2024.

“Sekarang ini saya sementara turun ke Kecamatan-Kecamatan sampai Popayato Barat. insya Allah lancar, tidak ada masalah-masalah. Terkait itu, saya belum bisa menanggapi karena kita pun masih fokus pada perintah pimpinan pusat,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).

Bebas
Bebas Bebas