Abstrak.id – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, (Disperindagkop UKM) Kabupaten Pohuwato, Ibrahim Kiraman, SE resmi membuka pasar senggol Pohuwato, Selasa (26/3/2024).
Dalam kesempatan itu, Ibrahim Kiraman menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan para pedagang yang telah menyukseskan kegiatan pasar Ramadan atau pasar senggol yang diintegrasikan dengan hiburan Hoya-hoya ini.
Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato, dia berpesan kepada panitia dan seluruh masyarakat yang akan berkunjung ke tempat tersebut untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban hingga menjelang malam takbiran Idulfitri 1445H nanti.
“Panitia sudah mengagendakan mulai malam hari ini untuk pembukaan pasar senggolnya. Jadi, saya berharap masyarakat Pohuwato tidak perlu lagi datang ke Kota untuk berbelanja, mari sama-sama kita datang ke tempat ini untuk berbelanja, karena yang berjualan ini merupakan pedagang yang ada di Pasar Marisa,” ungkap Kadis Perindagkop Pohuwato.
“Insyaallah beberapa hari ke depan, para pedagang ini akan semakin bertambah. Karena ditargetkan panitia untuk pedagang yang akan berjualan ditempat ini kurang lebih 30-50 pedagang, yang masuk saat ini baru sekitar 10 pedagang,” katanya.
Selanjutnya untuk mengantisipasi padatnya kendaraan saat mendekati lebaran idulfitri, Ibrahim Kiraman meminta panitia untuk dapat memperhatikan dan mengatur parkiran kendaraan yang berada dikawasan pasar senggol tersebut.
“Agar tidak mengganggu para pengguna jalan lainnya. Kalau ini berhasil, insyaallah ke depan kegiatan pasar senggol ini akan tetap dilaksanakan ditempat ini,” katanya.
Terpisah, Ketua Panitia Pasar Senggol, Rahmat Pakaya menambahkan bahwa pihaknya saat ini telah menyediakan stand untuk masing-masing pedagang yang akan berjualan ditempat tersebut.
Selain itu, mereka juga dari panitia telah menyediakan tempat parkiran disamping masing-masing pedagang.
“Untuk biaya distribusi yang dikenakan masing-masing pedagang yang memiliki lapak itu bervariasi. Misalnya untuk penggunaan terowongan dikenakan biaya Rp2.500.000, kemudian untuk lapak biasa kita sesuaikan dengan harga barang yang mereka jual,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).