Opini  

Pembentukan Karakter Siswa Dalam Pembelajaran Daring

Pembelajaran Daring. (Moh. Rizki Mokoagow)

ABSTRAK.ID, GORONTALO – Karakter merupakan sikap atau perilaku seseorang yang sudah ada dalam dirinya, karakter siswa umumnya di bedakan menjadi dua yaitu karakter yang baik dan karakter yang buruk. Cara kita mengetahui karakter apa yang ada dalam diri seseorang itu dengan cara melihat kagiatannya  secara langsung dan kita juga bisa menilai seseorang dari apa yang ia lakukan apakah baik atau buruk.

Pendidikan karakter yaitu upaya mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan baik  atau memiliki ahlak mulia. Keberhasilan pendidikan karakter mengisyaratkan pembelajaran tidak serta merta dilihat dari pesepektif ranah kognitif saja melainkan bagaimana keseimbangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang muaranya adalah mewujudkan manusia seutuhnya. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan formal dalam upaya pendidikan karakter suatu bangsa.

Begitu juga dalam suatu pendidikan karakter siswa, sangat penting untuk bagaimana siswa bisa memahami apa yang di jelaskan oleh guru. Apa lagi sekarang kita di hadapkan dengan belajar daring yang sangat  mamakan biaya dan waktu, seperti ketika kita malakukan belajar secara daring dengan menggunakan applikasi zoom meet atau google meet, tentunya kita memerlukan pulsa atau data, agar kita bisa melakukan belajar daring. Bukan hanya itu, bahkan siswa, mahasiswa, juga akan merasakan bosan karena kurangnnya pergaulan dalam kampus dang jarang melihat dunia belajar yang sesungguhnya itu seperti apa, dan bagimana prosesnya, sehingga membuat siswa merasa malas dan bosan .

Pembelajaran di masa pandemic saat ini tidak dilakukan dengan tatap muka, hal ini menjadi tantangan guru dalam proses pendidikan karakter siswa. Sehingga memberikan kesempatan bagi peserta didik dalam mengaktualisasikan nilai-nilai karakter di masyarakat dalam upaya keikutsertaan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Pendidikan karakter membentuk dan mengembangkan potensi siswa agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku sesuai dengan norma-norma pancasila. Pendidikan karakter memperbaiki dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi warga negara dan pembangunan bangsa menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Pendidikan karakter memilah budaya bangsa sendiri dan menyaring budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa dan karakter bangsa yang bermartabat. Dengan demikian pembentukan karakter bangsa ini harus melibatkan sinergitas ketiga komponen pendidikan anatara lain pendidikan informal, formal dan non formal. Kelebihan pembelajaran daring diantaranya adalah, 1. Pembelejaran tidak memerlukan ruang kelas, karena proses pembelajaran berlangsung dari rumah atau jarak jauh. Siswa di tempat atau lingkungan masing-masing yang dapat menciptakan suasana belajar dengan fasilitas internet yanga ada., 2. Guru tidak perlu tatap muka secara langsung di depan kelas, karena yang digunakan adalah fasilitas komputer yang dihubungkan dengan internet. 3. Tidak terbatas waktu maksudnya adalah pembelajaran bisa dilakukan kapanpun, dimanapun sesuai dengan kesepakatan selama lingkungan dan fasilitas mendukung untuk terlaksananya proses pembelajaran moda daring tersebut. Oleh karena itu mode pembelajaran daring ini bisa dikatakan lebih efisien dan efektif apabila suprastruktur dan infra struktur tersedia dengan baik.

Karakter peserta didik selama pembalajaran daring di masa pandemi Covid-19 sangat cenderung menurun,baik dalam hal kaaktifan yang sebelumnya pembelajaran secara ofline dia rajin,dan semangat untuk siap-siap berangkat kesekolah,dan rajin mengerjakan tugas dengan hasil kerja sendiri kini dengan adanya pembelajaran secara online membuat siswa malas belajar. hal ini membuat  turunnya prestasi belajar siswa salah satunya dalam hal tugas-tugas yang di berikan oleh guru. Bagi mereka yang terpenting saat ini hanyalah bagaimana memperoleh nilai yang maksimal Hal ini dapat dilihat dari segi pembelajaran daring, siswa menganggap remeh pembelajaran dan tidak peduli pada usaha/ proses pemahaman materi di kelas. Perubahan karakter terjadi pada beberapa siswa yang semula saat pembelajaran offline/luring mereka rajin dan semangat untuk belajar namun menjadi malas saat pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring saat ini tentu sangat penting untuk bagaimana siswa bisa memahami apa yang di jelaskan oleh guru. Apa  lagi sekarang kita di hadapkan dengan belajar daring yang sangat  mamakan biaya atau waktu, contoh ketika kita mau malakukan belajar secara daring dengan menggunakan applikasi zoom meet atau google meet,tentunya kita memerlukan pulsa atau data,agar kita bisa melakukan belajar daring.bukan hanya itu,bahkan siswa, mahasiswa, juga akan merasakan bosan karena kurangnnya pergaulan dalam kampus dan jarang melihat dunia belajar sesungguhnya itu seperti apa, dan bagimana prosesnya, sehingga membuat siswa merasa malas dan bosan .

Kebiasaan- kebiasaan disiplin pun tentu berubah, dari yang biasa bangun pagi, mandi, dan siap-siap berangkat ke sekolah kini berubah hanya di rumah saja, kebiasaan yang melatih disiplin seperti masuk kelas tepat waktu memakai seragam, dan potongan rambut juga hilang. Dari keseluruhan nilai karakter, hanya nilai kreatif saja yang meningkat karena dibarengi dengan peningkatan teknologi di tangan siswa. Kurangnya pengawasan guru dan orang tua, kurangnya kesadaran diri, kurangnya adaptasi, serta kemajuan teknologi menjadi penyebabnya. Namun tidak dapat dipungkiri masih ada beberapa yang berusaha untuk tetap jujur dan menyesuaikan diri dengan sebaik-baiknya. Siswa SMA/SMK seharusnya sudah memiliki kesadaran diri untuk memiliki nilai-nilai karakter yang baik. Walaupun pembelajaran daring, seharusnya siswa selalu berusaha keras dan belajar lebih giat serta mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang terjadi agar tidak terjadi penurunan prestasi. Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa karakter siswa selama pembalajaran daring di masa pandemi Covid-19 sangat cenderung menurun. Hal ini dapat dilihat dari rumusan yang disampaikan Kemendiknas. Masih banyak siswa yang belum menyadari pentingnya menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siswa, yang penting itu tugasnya selesai dan sudah mendapatkan nilai dari guru,tapi tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut berdampak buruk terhadap prestasi mereka kedapannya,msehingga ketika nanti mereka sudah lulus dari sekolah ,dan mau mencari pekerjaan tentu mereka tidak akan mendapatkannya karena dalam dunia pekerjaan itu di butuhkan skil dan pengalaman bekerja,smentara siswa saat ini Ketika mengerjakan sesuatu hanya mengandalkan semua dari google.Sering sekali siswa bertanya kepada guru padahal pertanyaan tersebut telah dijelaskan sebelumnya dalam petunjuk atau perintah yang selalu diberikan oleh guru. (Rls/Abstrak)

 

Oleh: Moh. Rizki Mokoagow

Bebas
Bebas Bebas Bebas
%d blogger menyukai ini: