Abstrak.id – Pemerintah Kabupaten Pohuwato menerima kunjungan resmi dari Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam rangka membahas rencana penelitian lapangan terkait penyakit malaria yang akan dilaksanakan di wilayah Pohuwato.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, di ruang kerjanya, Kamis (10/07/2025), didampingi oleh Kepala Bappeda Irfan Saleh, Kepala Dinas Kesehatan Fidi Mustapa, dan Tenaga Ahli Ishak Bula.
Tim peneliti dari Departemen Parasitologi FKUI yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Prof. dr. Agnes Kurniawan, Ph.D, Sp.Par.K (K) selaku Peneliti Utama.
Nurhadi Eko Firmansyah, S.Si, Ph.D selaku Koordinator Penelitian, serta Prof. Dr. dr. Josef S.B. Tuda, M.Biomed dari FK Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) sebagai Peneliti Pembimbing.
Dalam kesempatan itu, tim peneliti menyampaikan bahwa penelitian akan difokuskan pada beberapa titik strategis di Kabupaten Pohuwato.
Mereka juga mengkomunikasikan izin pelaksanaan penelitian sekaligus meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah agar kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan data yang bermanfaat.
Wakil Bupati Iwan S. Adam menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh Pemkab Pohuwato terhadap pelaksanaan penelitian tersebut.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap penelitian ini, karena kami yakin hasilnya akan sangat membantu dalam merumuskan langkah-langkah strategis penanggulangan malaria di Pohuwato,” ujar Wabup Iwan.
Ia juga berharap agar sinergi antara tim peneliti dan instansi daerah, khususnya Dinas Kesehatan, dapat terjalin dengan baik.
“Kami berharap komunikasi dengan OPD terkait tetap menjadi prioritas, agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai harapan dan menghasilkan data yang komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan daerah,” tambahnya.
Wabup Iwan turut menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Pohuwato sedang bertugas di luar daerah, sehingga dirinya mewakili pemerintah daerah dalam menerima kunjungan tim FKUI.
Penelitian ini dinilai sangat penting, mengingat malaria masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah tropis seperti Gorontalo.
Diharapkan, kolaborasi ini mampu menghasilkan temuan ilmiah berbasis bukti yang dapat memperkuat program kesehatan masyarakat di Pohuwato.
Pelaksanaan penelitian ini akan diawali dengan tahap observasi lapangan dalam waktu dekat.






