Abstrak.id – Pertemuan antara manajemen Pani Gold Project (PGP) dengan perwakilan penambang rakyat di Kabupaten Pohuwato berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan bersama.
Pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati tersebut dihadiri oleh Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga, Kapolres Pohuwato, Joko Sulistiono, Kodim 1313 Pohuwato, Letkol Aribowo, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri dan juga Ketua DPRD Nasir Giasi.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga memberikan apresiasi kepada perusahaan atas itikad baik untuk mencari solusi atas persoalan yang ada.
Manajemen PGP diundang menghadiri pertemuan tersebut untuk berdialog dengan para penambang. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, para penambang mendatangi Gedung DPRD menyampaikan aspirasinya untuk bertemu perwakilan perusahaan.
“Ada itikad baik dari perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan. Namun itu semua butuh proses,” ujar Bupati Saipul Mbuinga dalam sambutan membuka pertemuan.
Diberitakan sebelumnya, puluhan penambang ini mendatangi Gedung DPRD untuk mencari kejelasan mengenai bantuan bagi penambang untuk alih profesi dan relokasi dari kegiatan mereka di lahan milik negara yang menjadi konsesi perusahaan.
Perusahaan mengajak para penambang yang berkegiatan di kawasan konsesi untuk alih profesi dan relokasi meninggalkan area tersebut demi keamanan mereka mengingat kegiatan operasional perusahaan yang makin intensif.
Masyarakat penambang akan mendapatkan bantuan alih profesi agar mereka bisa memulai usaha yang lebih aman dan berkelanjutan. Tentunya, bantuan alih profesi akan didapatkan setelah melalui tahapan assessment dan memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan.
Kesediaan PGP dalam memberikan bantuan alih profesi ini menegaskan goodwill atau niat baik perusahaan serta komitmen awal bahwa perusahaan akan hadir di Kabupaten Pohuwato sebagai tetangga yang baik.
Perusahaan akan senantiasa menerapkan good mining practices dan bersama membangun Bumi Panua.
“PGP akan selalu bertindak secara bermartabat dan manusiawi dalam kaitan dengan upaya membantu alih profesi penambang,” kata Direktur Utama PT PETS, Boyke P. Abidin dalam pertemuan tersebut.
Salah satu hasil positif dari pertemuan tersebut adalah disepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang akan bertugas mempercepat proses identifikasi dan verifikasi penambang yang setuju untuk alih profesi.
Satgas yang berisi wakil dari Kepolisian, Kodim, KUD, Pemkab, tokoh masyarakat dan perusahaan ini akan turun ke lapangan untuk mengecek lokasi yang selama ini menjadi lokasi penambang rakyat. Diharapkan proses verifikasi ini akan mempercepat apa yang menjadi harapan penambang.
“Harapan perusahaan agar tawaran ini untuk alih profesi yang berkelanjutan dipikirkan untuk kepentingan masa depan anak cucu bapak ibu sekalian. Kalau tidak didukung, kami tidak bisa apa-apa juga,” tambah Boyke.
“Saya bersyukur pertemuan di bulan Ramadan ini dilandasi semangat persaudaraan dengan penuh kejujuran dan niat baik,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).