Menu Tutup

SPBU Marisa Terancam Ditutup, Idris Kadji: Ada Permainan Dalam Pertamina

Abstrak.id – Tak memberikan pelayanan dengan baik dan pembagian BBM jenis solar tidak merata sehingga menimbulkan kelangkaan. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Marisa, Pohuwato terancam ditutup.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato dengan pihak Manajer SPBU Marisa dan sejumlah supir truk, yang dilaksanakan diruang Paripurna, pada Senin kemarin (4/4/2022).

Wakil Ketua DPRD Pohuwato, Idris Kadji mengaku, pihaknya mendapatkan informasi dari sejumlah masyarakat bahwa ada oknum-oknum tertentu yang diutamakan oleh pihak Pertamina Marisa untuk mengisi BBM.

“Ada yang mengeluh ke kami, bahwa pelayanan di pertamina marisa itu sudah tidak maksimal lagi. Ada oknum-oknum tertentu yang dilayani, sedangkan kepentingan kendaraan umum dan para petani sudah tidak terlayani lagi. Ada unsur-unsur permainan didalam pertamina Marisa,” ungkap Idris Kadji

Idris Kadji pun menekankan jika selama seminggu kedepan pelayanan di pertamina Marisa tetap buruk. Dan jika masih ada lagi masyarakat yang mengeluh, maka kita DPRD Pohuwato akan menutup pertamina tersebut.

“Jangan ada surat-surat palsu yang timbul disana. Kami berikan target satu minggu untuk memperbaiki keadaan yang ada di pertamina, kalau ini tidak dirubah, kita akan rekomendasikan ke pertamina induk untuk menutup sementara pertamina ini,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang disebutkan tadi, bahwa pertamina induk yang berada di Moutong, Sulawesi Tengah, setiap harinya menyuplai solar di SPBU pertamina marisa sebanyak 8.000 liter.

Namun kata Idris, stok solar yang berada di SPBU marisa tersebut dibuat oleh petugas pertamina seolah-olah menjadi langkah.

“Kalau menurut penjelasan pertamina induk yang ada di moutong itu tidak ada kelangkaan. Kelangkaannya ini dibuat oleh petugas-petugas yang ada di pertamina Marisa, jatahnya ada setiap hari 8.000 liter,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).