Menu Tutup

Trauma Melanda Warga Popayato Setelah Insiden Tembakan Peringatan di PT LIL

Foto ilustrasi Penembakan peringatan.

Abstrak.id – Insiden penembakan peringatan oleh oknum anggota TNI di lokasi PT Loka Indah Lestari (LIL) Popayato, pada Minggu (18/8/2024) kemarin, menyebabkan trauma bagi masyarakat setempat.

Kejadian ini berawal ketika Eko, seorang warga, meminta izin melalui pos jaga untuk memperbaiki alat di KM 53 dan membawanya pulang melalui jalan hutan di luar areal perusahaan.

Permintaan izin Eko ditolak oleh pihak perusahaan yang diwakili Manager Humas Legal, Freddy P. Simamorang, bersama petugas jaga. Merasa tidak diterima, Eko memblokir jalan di tanah miliknya sendiri.

“Kami tidak melakukan tindakan merugikan, namun tiba-tiba Humas dan TNI datang. Salah satu oknum TNI turun dari kendaraan dan langsung melepaskan tembakan peringatan,” ungkap Eko.

Eko menegaskan bahwa masyarakat saat itu tidak melakukan perlawanan. Kita bukan teroris yang pantas diperlakukan seperti ini.

“Kami minta agar kasus ini diproses, dan meminta Danrem 133 Nani Wartabone yang baru, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro menindak tegas oknum anggota TNI yang melakukan intimidasi tersebut,” tegasnya.

Menurut Eko, oknum TNI tersebut juga mengeluarkan pernyataan tidak pantas, menantang warga untuk memblokir jalan jika ingin merasakan peluru.

“Dia bilang, siapa yang berani dan kebal silakan blokir jalan jika mau merasakan peluru,” tambah Eko.

Humas PT Loka Indah Lestari, Freddy P. Simamorang, saat dihubungi Abstrak.id melalui WhatsApp pada Rabu (21/8/2024), enggan memberikan keterangan lebih lanjut. “Kalau bisa ketemu dulu, biar tidak salah paham nantinya,” singkatnya.

Sementara itu, Dandim 1313 Pohuwato, Letkol Inf. Aribowo Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut.

“Kami masih mengecek ke lapangan, baik terhadap anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa oknum TNI tersebut berada di lokasi untuk membantu pengamanan sesuai permintaan Perusahaan. (Tim/redaksi).