Abstrak.id – Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igirisa didampingi Direktur RSUD Bumi Panua, dr. Yenni Ahmad menemui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diterima Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes), Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D.Sp.THT-KL(K) MARS, Selasa, (30/11/2021).
Wabup Suharsi menyampaikan, maksud pertemuan di Kemenkes untuk membahas percepatan realisasi klaim pembayaran penanganan pasien Covid di RSUD Bumi Panua sebesar Rp. 8,4 miliar yang akan dibayarkan paling lambat minggu depan.
“Alhamdulillah klaim pembayaran penanganan pasien Covid di RSUD BP untuk 2021 ini mendapat respon dari Dirjen,” kata Suharsi.
Disamping itu, kata Suharsi, mereka juga turut menyerahkan proposal untuk permohonan CT scan yang berada di RSUD Bumi Panua. selain itu, dalam pertemuan tersebut ia berharap Pemerintah Daerah Pohuwato bisa dibantu dengan program yang ada di Kemenkes RI.
“Mengenai RS Pratama di Kecamatan Lemito diminta oleh Dirjen untuk segera dioperasikan. Soal izin pemanfaatannya dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan bukan melalui Kemenkes,” jelasnya.
Orang nomor dua di Kabupaten Pohuwato itu pun menambahkan, daerah juga diminta oleh Kemenkes untuk dapat menyiapkan sumber daya tenaga kesehatan untuk RS pratama.
Sementara itu, Direktur RSUD Bumi Panua, dr Yenni Ahmad dikonfirmasi mengatakan, klaim sejumah Rp. 8,4 milyar itu adalah klaim untuk Covid dari kemenkes RI ke rumah sakit daerah terhitung sejak Juni hingga Oktober 2021.
Dia menjelaskan, untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSBP pihaknya mengusulkan untuk pengadaan CT scan. Menurutnya, RSBP adalah rumah sakit yang paling ujung barat dari Provinsi Gorantalo yang berbatasan dengan Daerah Sulawesi Tengah dan jauh dari pusat Kota serta menjadi pusat rujukan dari kedua Daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Pohuwato.
“Untuk Rumah Sakit pratama segera akan difungsikan karena izinnya dari Dinas Kesehatan langsung dan bukan melalui kementerian kesehatan. Sebab keberadaan RS Pratama sangat dibutuhkan oleh masyarakat wilayah Barat khususnya warga Kecamatan Lemito,” pungkasnya. (RT/Abstrak).






