Abstrak.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Delpan Yanjo. Selasa (13/5/2025).
Politisi muda dari Dapil Duhiadaa-Patilanggio itu mengunjungi langsung lokasi kebakaran yang menimpa rumah warga di Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio.
Kunjungan ini merupakan bentuk empati sekaligus aksi nyata dalam meringankan beban Kartin Hunowu, warga yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh haru, Delpan menyerahkan bantuan berupa 50 kilogram beras, pakaian, uang tunai, serta satu unit mesin cuci.
“Saya sangat prihatin atas musibah yang menimpa ibu Kartin Hunowu. Ini adalah cobaan berat, dan saya berharap beliau diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya,” ujar Delpan Yanjo kepada Abstrak.id.
“Saya berinisiatif memberikan bantuan ini dengan harapan bisa sedikit meringankan beban yang sedang beliau tanggung.” sambungnya.
Delpan menambahkan, bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata dari komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi musibah atau bencana.
Kebakaran yang melanda rumah Kartin Hunowu diketahui terjadi beberapa hari lalu dan menghanguskan sebagian besar bangunan serta barang-barang berharga di dalamnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi yang dialami cukup besar.
Kehadiran Delpan Yanjo ke lokasi disambut dengan penuh keharuan oleh pihak keluarga korban dan warga sekitar. Kartin Hunowu sendiri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur atas kedatangan dan bantuan dari ibu Delpan. Ini sangat membantu kami, apalagi saat ini kami benar-benar sedang kesulitan. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan rezeki,” ungkap Kartin Hunowu, saat bertemu dengan Delpan Yanjo.
Kegiatan ini bukan kali pertama dilakukan oleh Delpan Yanjo.
Sebelumnya, ia juga dikenal aktif turun langsung ke lapangan dalam berbagai situasi, mulai dari tanggap bencana, bantuan sosial, hingga mendengar langsung aspirasi masyarakat di desa-desa terpencil. (Ramlan/Abstrak).





