Abstrak.id – Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Arman Mohamad, S.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan Diskusi Publik dengan tema Kenaikan Harga BBM untuk Siapa? yang digelar oleh Perhinpunan Jurnalis Siber (PJS) Pohuwato yang berlangsung, di Kedai Inspirasi Marisa, Jumat, (2/9/2022).
Atas nama Pemerintah daerah, Asisten 1 Pemkesra, Arman Mohamad menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan yang disponsori oleh PJS pohuwato.
“Ada beberapa point nantinya yang akan tercapai apabila tradisi seperti ini kita laksanakan. Salah satunya terjaga hubungan silaturahim diantara kita. Biasanya kita ini kalau dalam Group Publik di media sosial saling berbeda pendapat, tetapi sebenarnya cita-cita kita sama bagaimana menjadikan Pohuwato ini menjadi daerah yang baik dan maju. Sebab kalau pohuwato maju berarti kita membangun Indonesia dengan baik,” ujar Arman Mohamad.
Pemerintah kata Arman, sebetulnya tidak bisa berjalan sendiri, karena berpikir dengan satu kepala akan berbeda hasilnya dengan berpikir banyak kepala. Artinya, rekan-rekan Jurnalis itu yang selalu menyuarakan sudut-sudut yang sering tidak dipandang oleh orang lain.
“Mungkin kita hanya memandang semua putih, tapi ada yang abu-abu dan yang hitam. Nah, abu-abu dan hitam itulah dapat kami ketahui lewat penelusuran rekan-rekan media,” sambungnya.
Kemudian terkait dengan BBM terang Arman, bahwa BBM ini subsidinya dikurangi, itu bukan diambil oleh pemerintah untuk dialihkan kepada pembangunan yang lain.
Dia mengemukakan, isu yang berkembang saat ini bahwa BBM Subsidi itu digunakan oleh pemerintah untuk membangun ibu kota Negara (IKN) baru. Tetapi, Kementerian Keuangan beserta lintas kementerian lainnya yang juga mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo bahwa berdasarkan riset para Akademisi, para Ekonom dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia bahwa BBM itu lebih banyak dinikmati oleh orang kaya ketimbang oleh orang miskin.
“Misalnya pengguna mobil. Pengguna mobil itu termasuk ekonomi menengah ke atas, sementara masyarakat miskin bukan pemilik. Sehingga Pemerintah melihat suatu saat subsidi ini akan dirubah menjadi subsidi yang bersifat umum menjadi subsidi perorangan. Oleh karena itu, saat ini ada Aplikasi Mypertamina,” tuturnya.
Mantan Camat Paguat itu mengatakan, bahwa subsidi yang dikurangi oleh pemerintah itu akan dikembalikan kepada masyarakat miskin dalam bentuk bantuan sosial.
Sementara itu, Ketua PJS Pohuwato, Ramlan Tangahu, SH mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati Pohuwato yang diwakili Asisten Pemkesra, Arman Mohamad dalam kegiatan dialog publik mengenai kenaikan BBM.
“Terima kasih atas kehadiran pak Asisten, Insyaallah kami dari organisasi PJS Pohuwato siap mendukung dan mengawal semua program kerja pemerintahan SMS,” ucapnya.
Ramlan menambahkan, organisasi PJS ini tak hanya fokus pada pemberitaan, tapi akan fokus pada kegiatan-kegiatan yang menyangkut taraf hidup orang banyak.
Adapun narasumber pada kegiatan tersebut masing-masing dari Akademisi, Iskandar Ibrahim, S.IP.,M.Si, Fraktisi Hukum, Albert Pede, SH.,MH, dan Econom, Haris Hasan, SE.,MM. (Hendra).