Bebas
Bisnis  

Demi Menjaga Investasi di Pohuwato, BJA Serap 72 Persen Tenaga Kerja Lokal

Abstrak.id – BJA Group terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi lokal di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Selain menekan angka pengangguran, perusahaan juga aktif mempererat hubungan antar pegawai melalui kegiatan family gathering, Sabtu (22/11/2025).

BebasBebas

ribuan tenaga kerja dan undangan memadati Lapangan Proklamasi, Kecamatan Popayato, untuk mengikuti family gathering yang digelar BJA Group.

Acara ini merupakan tahun kedua digelarnya family gathering, melibatkan karyawan dari PT. Inti Global Laksana (IGL), PT. Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT. Biomassa Jaya Abadi (BJA).

Menurut informasi yang dihimpun, sebanyak 3.200 orang hadir memeriahkan acara, termasuk pejabat daerah seperti Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, mantan Wakil Bupati Suharsi Igirisa, anggota DPRD Rizal Pasuma, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa di Popayato.

Berbagai lomba dan kegiatan sosial turut digelar untuk mempererat silaturahmi antara tenaga kerja dan pemerintah daerah.

Direktur BJA Group, Zunaidi, mengatakan kegiatan ini juga menjadi momen merayakan keberhasilan perusahaan dalam menanam 20 juta pohon gamal, bahan baku wood pellet—produk energi terbarukan yang dapat dipanen berulang setiap 4–5 tahun.

“Ini adalah upaya kami untuk menjaga investasi berkelanjutan sekaligus melestarikan lingkungan,” jelas Zunaidi.

Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Melampaui Target

BJA Group mencatat total karyawan yang bekerja di ketiga perusahaannya hingga September 2025 mencapai 1.501 orang.

Dari jumlah tersebut, 72 persen merupakan warga lokal Pohuwato, melebihi target yang ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) sebesar 70 persen.

“Selain 72 persen warga lokal, 13 persen berasal dari Provinsi Gorontalo non-Pohuwato, dan 15 persen dari luar Gorontalo. Artinya, 85 persen karyawan adalah warga Gorontalo,” ujar Zunaidi.

Dengan jumlah karyawan sebesar itu, perusahaan mengeluarkan gaji mencapai Rp6,8 miliar per bulan, yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal.

Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menambahkan bahwa investasi BJA Group turut menekan angka kemiskinan di daerah.

“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Pohuwato turun dari 17,11 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen di 2025. Ini berkat iklim investasi yang mulai baik di wilayah kita,” jelasnya.

Cerita Sukses Karyawan

Dampak positif kehadiran BJA Group dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Denis, warga Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur.

Sebelum bergabung dengan perusahaan, Denis mengaku kesulitan ekonomi dengan pendapatan tidak menentu. Kini, ia bisa menyekolahkan adik-adiknya dan merenovasi rumah.

“Dulu penghasilan saya tidak jelas, tetapi kini dengan bekerja di BJA Group, saya bisa menyekolahkan adik dan membantu keluarga. Saya bangga menjadi bagian dari BJA Group,” ungkap Denis.

Program Beasiswa untuk Desa Binaan

Selain penyerapan tenaga kerja, BJA Group juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pohuwato melalui program beasiswa.

Zunaidi menjelaskan, beasiswa akan diberikan bagi warga di 15 desa binaan, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

“Setiap desa binaan akan menerima enam siswa SD, tiga siswa SMP, tiga siswa SMA, dan satu mahasiswa. Program ini akan mulai disalurkan pada Januari 2026,” jelasnya.

Pihak perusahaan telah berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengumpulkan data calon penerima beasiswa, yang paling lambat diterima pada 15 Desember 2025.

Dengan langkah-langkah ini, BJA Group tidak hanya menghadirkan investasi dan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Pohuwato secara berkelanjutan. (Ramlan/Abstrak).