Beranda / Headlines / Gara-gara Kasus BST, Puluhan Warga Desa Bunto Baku Hantam

Gara-gara Kasus BST, Puluhan Warga Desa Bunto Baku Hantam

Abstrak.id – Puluhan masyarakat Desa Bunto, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato yang pro dan kontra saling baku hantam gara-gara kasus Bantuan Sosial Tunai (BST), Rabu (2/2/2022).

Berdasarkan Pantauan Abstrak.id, peristiwa tersebut terjadi lantaran sebagian masyarakat kecewa Kepala Desa (Kades) Bunto, Alep Dehimeli belum diberhentikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato.

Koordinator Aksi, Kasmat Toliango dalam orasinya menyebutkan bahwa sebanyak ratusan juta rupiah dana BST yang telah hilang di Desa Bunto. Ia mempertanyakan dana ratusan juta itu siapa yang mengambil. Apakah masyarakat?, sementara sebagian besar masyarakat belum menerima BST tersebut.

“Olehnya kami meminta kepada pihak Kepolisian untuk tidak menghalangi kami menutup Kantor Desa. Sebab ini bentuk kekecewaan kami terhadap Pemerintah daerah yang diduga telah membela oknum Kepala Desa Bunto tersebut,” ungkap Kasmat.

Disisi lain, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga kata Kasmat, sudah berjanji kepada masyarakat akan menindak tegas oknum yang diduga bermain dana BST. Oleh karena itu, hari ini juga kita menagih janji dari Kepala Daerah Pohuwato tersebut.

“Ada ratusan juta rupiah dana BST yang hilang di Desa Bunto, berdasarkan hasil temuan Itda Pohuwato. Sehingga hari ini kami akan menutup kantor desa, sambil menunggu keputusan Bupati Pohuwato untuk memberhentikan Kades Bunto,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Popayato Timur, Arifin menyampaikan, bahwa dirinya meminta kepada masyarakat setempat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak fasilitas negara.

Terkait desakan masyarakat untuk meminta Kepala Desa Bunto segera diberhentikan, ia mengutarakan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikannya langsung kepada Bupati Pohuwato.

“Ini akan saya tindaklanjuti. Dan saya minta tidak ada penutupan kantor desa. Kasiang masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi, tetapi kantor desa ditutup,” pungkasnya. (Ramlan/Abstrak).

 

Tag: