Lakukan Monev di Semua Puskesmas Bolmut, Kabid Yankes Tekankan 17 Poin Penting
Abstrak.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalukan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pada puskesmas – Puskesmas di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Selasa (31/08/2021).
Kegiatan monitoring yang dipimpin Kepala Bidang Yankes dan Farmalkes dinkes Bolmut Sofyan Mokoginta, bertujuan untuk melihat secara langsung persiapan puskesmas dalam pelaksanaan akreditasi perdana serta mengevaluasi dan memonitoring sistem pelayanan Kesehatan di masa Pandemik COVID-19.
“Jadi, selain melakukan Monev pada sistem pelayananan yang ada di setiap Puskesmas, kita juga mengevaluasi terkait pengawasan dan mengevaluasi kesesuaian Obat dan Makanan yang ada,” ungkapnya kepada media ini.
Pada kegiatan Monev tersebut Sofyan menekankan 17 poin penting yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh seluruh bagian yang terlibat disetiap Puskesmas yang ada di Bolmut.
Ke 17 poin tersebut yakni :
○Setiap Petugas/Nakes yang ada di Puskesmas wajib mengetahui data dasar PuskesmasPuskesmas, Jumlah penduduk, jumlah KK, jumlah ibu Hamil, jumlah balita, jumlah bayi, fasilitas jaringan Puskesmas (Pustu dan Poskesdes).
○Kepala Puskesmas bersama penanggung jawab program selalu berkoordinasi terkait dengan pencapaian program kegiatan baik program Esensial maupun pengembangan dan menunjuk lewat keputusan Kepala Puskesmas tentang penanggung jawab program kegiatan Puskesmas.
○Kepala Puskesmas wajib membuat Tim perencanaan tingkat Puskesmas baik sarana prasarana, DM Kesehatan, obat obatan, dan alat kesehatan termasuk kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan lewat kegiatan SMD, MMD, Lintas ProgramProgram, lintas sektor hasil penilaian kinerja Puskesmas.
○Pelayanan pelaksanaan kesehatan harus mengacu kepada standar pelayanan minimal bidangbidang Kesehatan Kabupaten.
○Setiap penanggung jawab wajib menyusun KAK, pedoman SOP dalam menjalankanntugas serta wajib melakukan penyusunan laporan kegiatan sesuai dokumen akreditasi.
○Membuat alur pelayanan kesehatan di Puskesmas serta SOP SOP di setiap ruangan, serta uraian tugas sesuai jenis jabatan.
○Mewajibkan seluruh tim Puskesmas memahami P1, P2, dan P3 dan mewajibkan kepada Puskesmas melakukan monitoring pelayanan di Puskesmas sesuai standar pelayanan minimal.
○Penanggung jawab PIS-PK melakukan Koordinasi dengan PJ PIS-PK Puskesmas terkait capaian 12 indikator pelaksanaan Program PIS-PK untuk tindak lanjut Intervensi Program.
○Setiap Puskesmas wajib ada Inovasi Program Kegiatan dan wajib ada program unggulan.
○Melakukan kaji banding di beberapa Puskesmas untuk membandingkan peningkatan cakupan program kegiatan yang belum capai target.
○Membuat MoU Rujukan dengan Pihak Rumah Sakit.
○Menyusun kebutuhan Obat obatan – obatan, Oksigen dan alat kesehatan di masa Pandemik COVID-19.
○Pelaksanaan pelayanan jemput bola dalam artian pelayanan di desa desa yang jauh dari Puskesmas.
○Pemeriksaan pasien pada kelompok umur 15 – 59 Tahun harus melakukan Cek Up setiap bulan untuk mencegah penyakit tidak menular.
○Kepala Puskesmas dan KTU melakukan Pembinaan, pengawasan serta mengarahkan tugas dan tanggungjawab khususnya pada Tenaga Harian Lepas serta membantu penanggungjawab program dalam meningkatkan capaian kegiatan program Esensial maupun pengembangan di Puskesmas.
○Mengoptimalisasi program promosi kesehatan dalam upaya peningkatan cakupan Vaksinasi pada semua golongan umur maupun sasaran di setiap wilayah kerja Puskesmas.
○Mengatur kembali Tatagraha Puskesmas, dan merencanakan Puskesmas yang statusnya Rawat jalan untuk di usulkan masuk sebagai Puskesmas rawat inap.
Diakhir kegiatan Sofyan Mokoginkan SKM selaku Ketua Tim dan Penanggung jawab kegiatan Monev berharap kepada puskesmas agar terus meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
“Puskesmas adalah ujung tombak kesehatan yang ada di wilayah Bolmut, untuk itu kami harapkan setiap Puskesmas dapat melakukan pelayanan secara prima,” pungkas sofyan yang juga Komandan tim siap sedia, PSC Bolmut.
(Abstrak.id)
