Mahasiswa Soroti Kedatangan Dirjen Dikti di UNG

  • Bagikan

Abstrak.id – Kedatangan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU Asean Eng, di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menuai sorotan dari beberapa mahasiswa.

Pasalnya, kedatangan Dirjen Dikti ini dinilai secara tidak langsung bertolak belakang dengan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2021 yang ditujukan kepada para pemimpin universitas.

Edaran itu yakni tentang Pemberlakuan Kebijakan Bekerja dari Rumah yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan pada 18 Juni 2021.

Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Universitas Negeri Gorontalo dengan Surat Edaran Nomor 1147 Tahun 2021 yang dikeluarkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan pada 20 Juni 2021.

Reski Laoh, salah satu Mahasiswa UNG memberikan tanggapannya terkait kedatangan Dirjen Dikti ini. Dia mempertanyakan konsistensi dari Dirjen Dikti terhadap surat edaran yang dikeluarkan tersebut.

Pasalnya, kata Reski, dalam surat tersebut tepatnya (poin 4 ayat d) tertulis bahwa tidak diperkenankan menerima tamu kecuali untuk kepentingan yang bersifat penting dan sangat mendesak paling banyak 3 (tiga) orang.

“Itu pun dengan menunjukkan hasil tes swab antigen dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil tes PCR dalam kurun waktu 2 x 24 jam. Sementara informasi yang kami rangkum dari beberapa pemberitaan di media online bahwa kedatangan Dirjen Dikti untuk agenda silaturahmi saja dengan mahasiswa dan segenap Civitas Akademika UNG,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Reski mengungkapkan jika kedatangan Dirjen Dikti itu hanya untuk agenda silaturahmi saja, maka mengapa tidak lewat virtual apalagi di situasi pandemi seperti ini.

“Harusnya jika hanya agenda silaturahmi dengan mahasiswa dan citivas akademika, maka bisa lewat virtual. Sebab, kalau sudah begini maka dipertanyakan urgensi dari kedatangan Dirjen Dikti apalagi dihari libur. Jangan sampai kedatangan dirjen ini justru mengundang kerumunan, dan secara tidak langsung kedatangan Dirjen ini bertolak belakang dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tentang Pemberlakuan BDR,” ucap Reski.

(RA-01/Abstrak)

  • Bagikan
Bebas