Abstrak.id – Pohuwato sebuah kabupaten di Provinsi Gorontalo, sering kali dipersepsikan sebagai ujung atau titik terakhir dari provinsi tersebut. Namun, persepsi ini perlu diluruskan. Faktanya, Pohuwato lebih tepat disebut sebagai pintu gerbang dan teras depan Gorontalo.
Letaknya yang strategis, berada di jalur utama jalan trans Sulawesi dan jalur laut Teluk Tomini, menjadikannya sebagai titik transit penting bagi pergerakan orang, barang, dan jasa.
Sebagai daerah yang terhubung dengan kota-kota yang sedang berkembang di Sulawesi bagian tengah, tenggara, barat, dan selatan, Pohuwato memiliki peranan krusial dalam lalu lintas ekonomi regional.
Keberadaannya sebagai daerah tujuan dan transit membawa dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. Potensi ekonomi yang besar ini harus didorong dengan perbaikan di berbagai sektor, terutama pendidikan.
Berbicara mengenai pendidikan di Pohuwato, kita masih menghadapi tantangan besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, diperlukan investasi besar dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Saat ini, salah satu strategi yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten adalah menerapkan sistem pembelajaran berbasis kerja.
Strategi pembelajaran berbasis kerja ini bertujuan untuk memberikan siswa pengalaman kerja nyata, di mana mereka dapat menerapkan keterampilan akademis dan teknis serta mengembangkan kemampuan kerja mereka.
Hal ini penting untuk menjawab kebutuhan pasar kerja teknis yang terus berkembang, yang sering kali belum dapat dipenuhi oleh lulusan pendidikan di Pohuwato. Banyak lapangan kerja baru yang dibuka, tetapi masih terdapat kesenjangan dalam spesifikasi teknis yang dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan mendorong perguruan tinggi untuk memetakan jurusan-jurusan yang dibutuhkan oleh sektor industri di wilayah tersebut.
Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, Layanan Pendidikan yang merata, Pendidikan entrepreneurship juga menjadi fokus utama. Ini termasuk peningkatan penguasaan sistem pembelajaran berbasis digital, yang semakin penting di era modern ini.
Cita-cita besar untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di Pohuwato hanya akan terwujud jika seluruh pihak terkait dapat bekerja sama secara sinergis. Tanggung jawab terhadap pendidikan bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari masyarakat dan sektor swasta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato memegang peranan penting sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Dengan modal besar yang dimiliki, termasuk tenaga guru PNS sebanyak 1.185 orang dan PPK sebanyak 702 orang, serta fasilitas pendidikan seperti 129 gedung SD, 45 SMP, dan 108 TK, merupakan potensi besar untuk mencapai visi dan misi pemerintah kabupaten.
Namun, modal ini memerlukan manajerial yang tepat untuk memaksimalkan dampaknya. Dalam hal ini, dukungan dari pihak swasta sangat berharga. Kolaborasi dengan sektor swasta telah menunjukkan hasil yang positif.
Misalnya, tahun ini Pani Gold Project (PGP) telah melakukan rehabilitasi sekolah-sekolah seperti SDN 05 Buntulia, SMPN 2 Buntulia, dan SDN 02 Buntulia. Selain itu, salah satu perusahaan ritel juga telah berpartisipasi dalam rehabilitasi ruang kelas di Kecamatan Duhiadaa.
Pemkab Pohuwato terus berupaya menggandeng pihak swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bekerja sama dalam berbagai proyek pendidikan. Dukungan dari sektor swasta, selain dalam hal sarana dan prasarana, juga dapat mencakup pemberian beasiswa kepada murid dan guru untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Partisipasi swasta dalam bidang pendidikan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah. Dengan adanya dukungan yang komprehensif dari semua pihak, termasuk masyarakat dan sektor swasta, Pohuwato dapat mengatasi tantangan pendidikan yang ada dan memanfaatkan potensi ekonomi yang dimilikinya.
Untuk mewujudkan harapan ini, penting bagi seluruh stakeholder untuk terus merajut sinergi. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Pohuwato dapat melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.
Kita harus optimis bahwa dengan upaya bersama, cita-cita untuk menjadikan Pohuwato sebagai daerah yang maju dan berkembang akan terwujud.
Semangat kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang besar, tidak hanya dalam sektor pendidikan, tetapi juga dalam memperkuat perekonomian daerah.
Dengan memanfaatkan potensi lokal dan melibatkan semua pihak dalam upaya pembangunan, Pohuwato dapat mencapai kemajuan yang signifikan dan berkelanjutan. Optimisme kita harus terus dipertahankan, karena hanya dengan kerja keras dan sinergi, visi untuk Pohuwato yang lebih baik akan menjadi kenyataan. **
Dirangkum dari wawancara bersama Arman Mohamad, S.Pd.M.Si.