Abstrak.id – Warga Desa Biontong 1, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di tepi Sungai Apiru, Pantai Lokpon. Korban diketahui bernama Fery Sumuruk (50), seorang petani asal desa setempat. Jumat, 18/4/24
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00 WITA oleh seorang bocah berusia 7 tahun bernama Alifaka Daeng Aris, yang kala itu sedang memancing bersama teman-temannya. Bocah tersebut melihat tubuh pria dewasa dalam posisi tertelungkup di dekat sungai, lalu segera memberi tahu warga lainnya.
Setelah menerima informasi, sejumlah warga bergegas menuju lokasi dan memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa. Temuan ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian, dan dalam waktu singkat, personel Polsek Bolangitang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area.
Kapolsek Bolangitang, IPTU Indrawan Mamonto, turut hadir langsung di lokasi kejadian guna memastikan proses penanganan berlangsung cepat dan sesuai prosedur.
“Kami segera menghubungi tim medis dari RSUD Bolmut untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dr. Ayu Fitria Panawar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas IPTU Indrawan.
Dari hasil keterangan keluarga, diketahui bahwa Fery Sumuruk sebelumnya sempat berpamitan kepada istrinya, Chandrawati Laiki (49), untuk pergi mencari kepiting bakau di kawasan mangrove Sungai Apiru. Namun hingga malam hari, ia tak kunjung pulang. Sang istri sempat mencarinya, namun tidak berhasil menemukan keberadaan suaminya hingga akhirnya kabar penemuan mayat diterima warga.
“Keterangan istrinya menyebut bahwa korban memang dalam keadaan sakit, sering mengeluh pusing akibat benjolan di bagian belakang kepala. Kami menduga kondisi fisiknya memburuk saat berada di lokasi hingga akhirnya meninggal dunia,” tambah Kapolsek.
Korban diduga mengalami pusing hebat saat mencari kepiting dan kemudian terjatuh tanpa sempat meminta pertolongan. Posisi tubuh yang tertelungkup di tepi sungai memperkuat dugaan bahwa kematian tersebut terjadi secara mendadak akibat penyakit yang diderita.
Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Sementara itu, jajaran Polsek Bolangitang telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar TKP untuk melengkapi laporan kejadian.
Kapolsek IPTU Indrawan Mamonto juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum beraktivitas di luar rumah. “Jika tubuh tidak dalam kondisi prima, sebaiknya istirahat. Jangan memaksakan diri, karena bisa berakibat fatal seperti kejadian yang menimpa almarhum,” tutupnya.