Abstrak.id – Ketua Pemuda Nusantara wilayah Gorontalo, Arlan, mendesak Polda Gorontalo untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan praktik bekingan minuman keras (miras) di Kabupaten Bone Bolango.
Arlan mempertanyakan tidak ditemukannya barang bukti miras dalam razia yang dilakukan Polsek Tilongkabila beberapa waktu lalu. Ia menyebut hal tersebut memicu kecurigaan bahwa penjual miras telah mengetahui rencana razia itu.
“Ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada kemungkinan informasi mengenai razia telah bocor sebelumnya, sehingga pemilik warung berhasil mengamankan barang buktinya. Selain itu, laporan yang kirimkan oleh pihak Polsek Tilongkabila tidak mencantumkan keterangan dari pemilik warung,” tegas Arlan.
Arlan menegaskan, dugaan keterlibatan oknum polisi dalam melindungi penjual miras semakin kuat dengan adanya pernyataan Kapolsek Tilongkabila yang menyebutkan bahwa pada razia sebelumnya ditemukan sejumlah minuman keras di warung tersebut.
“Dalam pernyataan Kapolsek Tilongkabila, ditemukan barang bukti miras jenis cap tikus di warung tersebut pada razia bulan Mei dan Juni. Namun, sekarang tiba-tiba tidak ada? Jangan-jangan informasi mengenai razia sudah bocor sebelumnya,” ujar Arlan.
Arlan mendesak Polda Gorontalo untuk segera mengamankan penjual miras (Sony) yang diduga terlibat dalam kasus ini. Menurutnya, penjual tersebut telah berulang kali tertangkap menjual miras tanpa izin sehingga perlu segera ditindak tegas.
“Kami mendesak Polda Gorontalo untuk mempercepat penanganan kasus ini. Penjual miras tersebut harus diamankan secepatnya. Apalagi, berdasarkan pernyataan Kapolsek Tilongkabila, yang bersangkutan sudah beberapa kali ditemukan menjual miras tanpa izin,” tegas Arlan.
Arlan menegaskan bahwa tindakan tegas dari Polda Gorontalo sangat diperlukan untuk memberantas praktik peredaran miras ilegal di wilayah tersebut.
Menurutnya, penanganan kasus ini harus dilakukan dengan serius dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Institusi Kepolisian.
“Kami tidak akan tinggal diam. Saat ini, kami sedang dalam proses konsolidasi dengan beberapa organisasi lainnya, sebab dalam waktu dekat kami akan menggelar demonstrasi untuk mendesak Polda Gorontalo menyeriusi kasus ini,” tegas Arlan. (Ramlan/Abstrak).