Abstrak.id – Bupati Pohuwato, Saipul A.Mbuinga secara resmi meluncurkan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun tingkat Kabupaten Pohuwato yang dilaksanakan, di Lapangan Ormas Marisa, Sabtu (15/1/2022).
Dalam kesempatan itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga mengatakan, vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Pohuwato baru dilaksanakan hari ini, sementara untuk Kota Gorontalo dan Boalemo sudah dilaksanakan sejak minggu kemarin.
“Sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19 ini, Kami sudah komunikasi dengan dua daerah tersebut dan alhamdulillah tidak ada yang cedera setelah divaksin. Untuk itu diimbau kepada orang tua yang sudah melakukan vaksinasi dan tidak merasakan apa-apa, kiranya bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” ujar Saipul A.Mbuinga.
Kata Saipul, selain orang tua, juga penting peran guru dalam memberikan edukasi kepada siswa-siswa tersebut terkait pentingnya vaksinasi Covid-19, Karena mereka setiap hari berhadapan dengan murid-murid di sekolah.
“Ini dilakukan agar sasaran 15. 300 orang anak usia 6-11 tahun ini dalam waktu dekat bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Rusmiyati Pakaya menjelaskan bahwa persyaratan dari Kemenkes apabila sudah mencapai 70 persen vaksin dosis 1 untuk umum dan lebih dari 60 persen untuk lansia, maka persyaratan tersebut sudah terpenuhi di Kabupaten Pohuwato.
Oleh karena itu, hari ini sebanyak 15.300 anak usia 6-11 tahun se-Kabupaten Pohuwato resmi diluncurkan serentak di 13 Kecamatan.
Kemudian untuk peserta usia 6-11 tahun sejumlah 15.300 sekian se-kabupaten pohuwato yang hari ini dilaunching serentak di 13 kecamatan.
“Untuk Pohuwato dipusatkan di Lapangan Ormas Marisa dengan peserta vaksinasi dari 9 Sekolah SD yang terpencar di Kecamatan Marisa. Alhamdulillah hari ini masing-masing sekolah mengutus 50 anak, dan yang tervaksin hari ini 450 anak,” jelasnya.
Terakhir Assisten Administrasi Umum itu menegaskan, kurang lebih 98 persen masyarakat atau ibu-ibu menerima dan bersedia anaknya divaksinasi Covid-19.
Adapun dua persen lainnya masih ada juga yang meminta pernyataan dari pemerintah bahwa apabila ada yang terjadi dengan anak-anak mereka maka kita diminta untuk bertanggungjawab.
“Insyaallah tidak ada yang terjadi setelah vaksin ini, karena kita tahu bersama bahwa tujuan pemerintah ini sangat baik untuk mencapai kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (Ramlan/Abstrak).