Abstrak.id – Srikandi Partai Golkar, Suharsi Igirisa diusulkan oleh pengurus DPD II Partai Golkar Pohuwato untuk dipecat dari keanggotan Partai Golkar. Hal itu dilakukan lantaran dirinya dituding melakukan manuver politik secara diam-diam dengan mendukung calon lain pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Menanggapi hal itu, Suharsi Igirisa mengungkapkan bahwa di setiap Pemilu Legislatif pasti ada perbedaan pilihan dan itu adalah wajar.
“Saya sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di politik. Memang seperti itu politik, pasti ada perbedaan pilihan. Pasti ada menang dan kalah. Tetapi, perbedaan itu jangan sampai menimbulkan permusuhan,” ujar Suharsi Igirisa.
Mantan Ketua DPRD Pohuwato ini juga mengakui kalau ia masih tercatat sebagai kader partai Golkar. Bahkan ikut memberikan kontribusi terhadap partai Golkar.
“Kontribusi saya terhadap partai Golkar boleh dicek di DPD I. Bahkan Pileg kemarin saya tegaskan mendukung pak Rusli Habibie ke DPR RI,” tutup Suharsi.
Ia pun mengajak semua tokoh di Pohuwato agar ikut meneduhkan suasana politik yang sempat panas karena pertarungan di Pileg.
“Pileg kan sudah selesai. Harusnya kita kembali bersatu untuk membangun Pohuwato yang sehat maju dan sejahtera,” tutur Suharsi.
Terakhir, terkait isu dirinya diminta untuk dikeluarkan dari Partai Golkar, Suharsi mengatakan bahwa dirinya hingga saat ini masih tercatat sebagai kader dan anggota partai.
“Alhamdulillah, sampai detik ini beliau Pak Rusli masih komunikasi baik, saya masih kader partai, dan saya pun masih berkontribusi manakala dibutuhkan,” kata Suharsi.
“Terkait saya dituding mendukung calon lain, biarkan publik yang menilai, saya kan jelas mendukung anak saya, orang tua mana yang tidak akan mendukung anaknya. Demikian juga saya,” tandasnya.
Sebelumnya, Golkar Pohuwato menetapkan sikap mengusulkan pemecatan Suharsi Igirisa, ke DPD I Golkar Provinsi Gorontalo.
Alasannya, Suharsi dianggap melakukan manuver politik secara diam-diam, dengan cara mendukung calon dari partai lain pada Pileg kemarin.
Hal ini sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPD II Golkar, Agusti M. Goma usai rapat pleno pimpinan DPD Golkar Pohuwato, Sabtu (17/2/2024).
“Secara diam-diam menghambat partai Golkar. Nah, dengan pleno yang ditetapkan oleh partai Golkar Pohuwato, bahwa kami akan melaporkan ke tingkat ke DPD I dan meminta untuk segera memecat beliau dari Partai Golkar,” tegas Gusti. (Ramlan/Abstrak).