Menu Tutup

Angka Stunting di Pohuwato Sisa 6,4 Persen

Abstrak.id – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga mengungkapkan bahwa angka stunting tahun 2022 di Kabupaten Pohuwato tinggal 6,4 persen. Mengalami penurunan menjadi 27,7 persen dari tahun sebelumnya 34,6 persen.

Hal ini disampaikan Bupati Saipul saat menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Pj.Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer bersama Ketua TP.PKK Provinsi Gorontalo, di Gedung Aula Kampus Universitas Pohuwato, Sabtu (1/4/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Saipul menyampaikan bahwa penurunan stunting di Kabupaten Pohuwato ini berkat sinergitas semua pihak terutama atas dukungan penuh Perangkat daerah, Camat, Kepala Desa dan Kelurahan serta pengurus dan anggota PKK di semua tingkatan.

Kata Saipul, berdasarkan data survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa  Kabupaten Pohuwato berhasil menurunkan angka stunting 6,4 persen tahun 2022.

“Muda-mudahan prestasi ini dapat terus kita pertahankan guna untuk  meningkatkan status gizi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia (SDM), ungkap Bupati Saipul.

Selaku pemerintah daerah, Bupati Saipul juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Pj Gubernur Gorontalo bersama Ketua TP.PKK Provinsi yang meluangkan waktu dan berkesempatan melakukan kunker dan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato khususnya para Camat, Kepala Desa dan Lurah.

“Terima kasih banyak atas kunjungan kerja ini, semoga apa yang diharapkan bisa tercapai terutama target kita bersama dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Gorontalo,” tutur Saipul.

Saipul mengatakan, Pihaknya berharap adanya dukungan dari Pemprov Gorontalo untuk kabupaten Pohuwato dalam menekan angka stunting, karena kerja kolaborasi bisa menghasilkan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat itu sendiri.

Sementara itu, Pj Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer mengatakan bahwa berdasarkan data SSGI menunjukkan angka stunting di Provinsi Gorontalo tahun 2022 turun di angka 23,8 persen.

Dari angka tersebut, Kabupaten Pohuwato menjadi yang terendah di Provinsi Gorontalo yakni 6,4 persen setelah sebelumnya berada pada angka 34,6 persen.

“Ya, dibutuhkan peran camat, lurah, dan kades bersama unsur PKK dalam percepatan penurunan angka stunting di kabupaten/kota seluruh Provinsi Gorontalo,” tuturnya.

“Kita upayakan target nasional bisa kita capai dengan kita bergerak bersama-sama. Kita juga harus punya peran aktif bersama ibu-ibu, Ketua TP. PKK Provinsi termasuk Dasawisma di tingkat desa se-Kabupaten bersama TP.PKK se-Kabupaten Pohuwato,” tutupnya.  (Ramlan/Abstrak).